Ada Berapa Sih Jumlah Kapal Laut RI? Ini Jawabannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 12:35 WIB
Tol laut menjadi upaya pemerintah untuk menjalankan pemerataan ekonomi Indonesia. Seperti apa sibuknya aktivitas kapal tol laut di Kepulauan Seribu? Lihat yuk.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Moda transportasi laut masih menjadi salah satu tumpuan konektivitas di Indonesia. Terlebih lagi kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan.

Tak heran armada kapal laut di Indonesia cukup banyak jumlahnya. Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto mengatakan jumlah armada kapal laut nasional hingga 2019 mencapai 32.587 unit.

Hal ini, menurutnya tak bisa lepas dari penerapan asas cabotage pada sektor pelayaran nasional sejak 2005. Asas ini mengatur dan mewajibkan armada kapal nasional menggunakan bendera merah putih dan awak berkebangsaan Indonesia.

"Industri pelayaran nasional alami pasang surut, sejak asas cabotage diterapkan pada tahun 2005. Kebijakan ini membuat pelayaran nasional berkembang. Dari catatan Kemenhub 2019 saat ini jumlah armada kita kurang lebih 32.587 unit pada 2019," ujar Carmelita dalam webinar Kemenhub, Senin (24/8/2020).

Tidak sampai di situ, 32.587 unit kapal yang disebutkan Carmelita baru yang terdaftar, kemungkinan kalau dihitung keseluruhannya bisa mencapai 63.000 kapal.

"Kalau seluruh Indonesia dengan kapal nelayan dan lain-lain, mungkin kita punya 63 ribu kapal. Ini mungkin negara lain nggak akan percaya kita punya segitu banyaknya kapal," papar Carmelita.

Dengan armada sebanyak itu, Carmelita mengklaim bahwa kapal nasional mampu melayani kegiatan pelayaran, khususnya kargo di seluruh Indonesia. Jumlahnya mencapai 1,4 juta ton kargo di 2019.

"Dengan kekuatan armada kita, kita mampu melayani seluruh kegiatan distribusi kargo melalui laut ke seluruh Indonesia. Dari 1,4 juta ton kargo di 2019 semua sudah mampu kita layani distribusinya," jelas Carmelita.

Carmelita juga mengatakan bahwa industri pelayaran bisa berdampak ke beberapa sektor turunan lainnya, mulai dari industri galangan kapal sampai institusi pendidikan.

"Mengingat ini motor penggerak ekonomi ini akan berdampak pada tumbuh kembang industri lain, mulai dari industri galangan kapal, asuransi, logistik, spare part kapal, sampai ke institusi sekolah pelaut," kata Carmelita.

Terakhir dia menyampaikan agar cabotage di Indonesia tetap dilaksanakan, mengingat dampaknya yang positif bagi industri pelayaran. Dia menyebutkan Amerika Serikat (AS) pun melaksanakan asas cabotage.

"Inilah pentingnya asas cabotage untuk Indonesia, saya sering gemes kalau ada pihak yang mau buka cabotage untuk datangkan investasi. Negara besar seperti Amerika saja memegang teguh asas cabotage," kata Carmelita.



Simak Video "Kemenhub Perketat Penjagaan Tindakan Ilegal di Perairan Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)