Hutan RI Bisa Dikonversikan Kurangi Utang Luar Negeri
Sabtu, 07 Jan 2006 15:10 WIB
Depok - Indonesia memang salah satu negara pengutang terbesar di dunia. Tapi dengan hutan yang dimiliki Indonesia, makhluk hidup di Planet Bumi ini justru berutang kepada Indonesia. Kok bisa?"Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia. Ada baiknya jika kita mengonversi hutan yang ada di Indonesia untuk mengurangi utang luar negeri kita," usul Anggota Komisi XI Andi Rahman.Hal ini disampaikan dia usai acara "Refleksi 1 Tahun Pemerintahan SBY-JK" di Pusat Studi Jepang UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/1/2006)."Itu merupakan salah satu cara selain meminta hair cut dan penjadwalan ulang utang luar negeri kita," kata Andi.Negara-negara maju, jelas dia, peduli akan lingkungan hidup. Sementara Indonesia yang kaya dengan hutan tropisnya, punya sumbangsih besar terhadap Planet Bumi sebagai paru-paru dunia."Jadi daripada kita pinjam uang lagi untuk konservasi alam, lebih baik kita konversi saja hutan yang ada di Indonesia untuk mengurangi utang luar negeri yang kita miliki," cetus Andi.Berdasarkan data yang dihimpun detikcom, usulan Andi bisa jadi bukan tanpa alasan mendasar. Satelit Terra dan Satelit Aqua punya data akurat.Berdasarkan pantauan kedua satelit NASA tersebut, hutan tropis Amazon di Amerika Latin dan wilayah kepulauan tropis Indonesia, merupakan dua wilayah di muka Bumi yang mampu menyerap gas karbon dioksida paling besar, yaitu mencapai sekitar 2,5 kilogram gas karbon per meter kubik setiap tahunnya.Karbon yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan biota laut di kedua wilayah ini, melalui proses fotosintesis, kemudian dikonversikan kembali menjadi oksigen guna menunjang kehidupan makhluk di Planet Bumi.Jadi dapat dikatakan, wilayah Amazon dan Indonesia adalah Paru-paru dunia. Hasil kompilasi data kedua satelit selama kurun tahun 2002 tersebut dipublikasikan ilmuwan NASA pada 21 April 2003.
(sss/)











































