Beragam Sikap Menteri Tanggapi Ancaman Resesi

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 07:30 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Waktu Indonesia untuk membuktikan kebal dari ancaman resesi ekonomi tinggal sebulan lagi. Jika di kuartal III-2020 ini ekonomi kembali minus, maka ekonomi RI resmi jatuh ke jurang resesi.

Berbagai pandangan muncul terkait ancaman resesi ini, termasuk para menteri. Sebagian dari mereka menilai RI tak bisa lolos dari resesi, sebagian masih memegang asa untuk bisa menghindarinya, dan ada pula yang tak memperdulikan soal resesi.

Perbedaan pandangan tentang resesi sepertinya juga terjadi di tubuh kabinet. Beberapa menteri memiliki pandangan yang berbeda tentang ancaman resesi.

1. Menkopolhukam Mahfud MD

Mahfud baru saja mengeluarkan pernyataan terkait resesi ekonomi yang cukup menarik perhatian publik. Dia yakin Indonesia akan dilanda resesi ekonomi bulan depan. Kendati demikian, resesi itu tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Mahfud mengatakan, imbauan Pemerintah untuk hidup normal kembali dengan menyadari COVID-19 kurang efektif karena saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker, berkerumun seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Padahal virus Corona ini sangat nyata sebagai musuh atau dapat membahayakan kehidupan sehari-hari.

"Sementara kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," katanya saat memberikan sambutan dalam acara temu seniman dan budayawan Yogya di Warung Bu Ageng, Jalan Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu (29/8/2020).

Namun, dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir. Mengingat resesi bukanlah krisis ekonomi.



Simak Video "Indonesia Masih Resesi! Ekonomi Kuartal I 2021 Minus 0,74%"
[Gambas:Video 20detik]