Pelayaran Nasional Ditargetkan Angkut 100% Komoditi di 2009

Pelayaran Nasional Ditargetkan Angkut 100% Komoditi di 2009

- detikFinance
Senin, 09 Jan 2006 14:40 WIB
Jakarta - Pelayaran kapal nasional ditargetkan bisa mengangkut 100 persen dari 13 komoditi utama dalam negeri pada tahun 2009. Saat ini pelayaran dalam negeri masih didominasi kapal asing.Komoditi yang melalui angkutan laut antara lain pupuk, semen, kayu lapis, kayu log, kayu gergajian, ikan, beras dan gula. Sedangkan untuk ke depan, angkutan migas dan batubara diperkirakan masih akan didominasi kapal asing. "Pada 2009, diharapkan 13 komoditas kecuali migas dan batubara, sudah wajib menggunakan kapal berbendera Indonesia," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa usai rakor mengenai pemberdayaan pelayaran nasional di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/1/2006).Sepanjang 2005, pangsa kapal nasional untuk angkutan dalam negeri terhadap 13 komoditi utama hanya sebesar 55,47 persen dari jumlah muatan 206,335 juta ton. Sedangkan muatan untuk angkutan luar negeri sebesar 94,95 persen dikuasai oleh kapal asing. Sisanya sebesar 5,05 persen oleh kapal nasional dari total angkutan luar negeri sebesar 492,97 juta ton.Dijelaskan Hatta, ada tiga hal yang dilakukan pemerintah untuk mendorong percepatan pangsa pasar (market share) pelayaran nasional. Pertama, menerapkan azas cabottage yang tertuang dalam Inpres No 5 tahun 2005 tentang pemberdayaan pelayaran nasional. Isinya menegaskan, setiap barang yang dibiayai APBN atau barang BUMN wajib menggunakan kapal berbendera Indonesia. Kedua, perusahaan yang menggunakan kapal berbendera Indonesia untuk pengangkutan barang-barang yang tidak dibiayai APBN atau bukan barang BUMN akan diberikan insentif.Ketiga, pemerintah berusaha mendorong peningkatan jumlah kapal nasional melalui kebijakan fiskal dan lembaga pembiayaan untuk pembangunan galangan kapal.Menurut Hatta, sejak dikeluarkannya Inpres No 5 tahun 2005 pada Maret tahun lalu, telah terjadi peningkatan jumlah kapal nasional.Berdasarkan data per 31 Desember 2005, terjadi kenaikan 10,7 persen jumlah kapal berbendera Indonesia, dari semula 6.041 unit kapal menjadi 6.689 unit kapal. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads