Pandemi Corona, Angka Pengangguran Tembus 10 Juta

Eko Susanto - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 21:45 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker: Menaker Ida Fauziyah
Magelang -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada kenaikan pengangguran. Semenjak pandemi COVID-19 menghampiri Indonesia, sektor ketenagakerjaan terkena imbas yang luar biasa dahsyat.

"Akibat dari pandemi Covid-19 ini, pengangguran kita naik. Sebenarnya, pengangguran kita itu sudah turun per Februari 2020, secara nasional pengangguran kita turun, dari yang semula 7.050.000 menjadi 6.800.000, turun sebenarnya. Itu karena kerja keras dari semua pihak, Alhamdulillah TPT (tingkat pengangguran terbuka) secara nasional turun," kata Ida Fauziyah di sela-sela penyerahan bantuan Program Padat Karya Pertanian untuk Cipta Lapangan Kerja dan Ketahanan Pangan di Ponpes Nurul Huda, Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020).

Ada pekerja yang kena PHK maupun pekerja yang dirumahkan akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan data di Kementerian Ketenagakerjaan, total pekerja kena PHK maupun dirumahkan sebanyak 3,5 juta orang. Kemudian, jika ditambah dengan 6,8 juta tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 10,3 juta.

"Begitu pandemi menghampiri negara kita, mau tidak mau, dampaknya pada sektor ketenagakerjaan ini sungguh luar biasa. Sehingga data yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan total mereka yang di-PHK, mereka yang dirumahkan itu 3,5 juta. 3,5 juta ditambah 6,8, itu menjadi sangat signifikan jumlahnya. Sangat signifikan jumlahnya, 6,8 ditambah 3,5, 10 juta lebih. Dampak pandemi COVID-19 sungguh sangat luar biasa kita rasakan," ujar Ida.

Menurutnya, pemerintah akhirnya melakukan banyak cara untuk menyelesaikan pandemi COVID-19 ini. Baik itu, yang diselesaikan pemerintah yaitu yang pertama akar masalahnya yakni kesehatan. Kemudian, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp695,2 triliun untuk menangani COVID-19 beserta dampak dari Covid tersebut.

"Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp695,2 triliun untuk menangani COVID-19 dan dampak dari COVID-19 ini. Prioritasnya adalah pada kesehatan, termasuk pemerintah mengalokasikan dimulai tahun 2020 ini untuk pengadaan vaksin, yang dimulai dari pengadaan itu memang masih berasal dari Tiongkok atau nanti pengadaan secara produksi sendiri produk dalam negeri vaksin merah putih," tuturnya.

Selain kesehatan, pemerintah juga menyelesaikan dampak dari COVID-19 diantaranya memperkuat ketahanan pangan, kemudian ketahanan sosial. Untuk ketahanan sosial melalui program-program yang bersifat bantuan sosial dan sebagainya.

"Yang terakhir adalah melalui Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah memberikan subsidi gaji atau upah kepada para pekerja yang masih eksis bekerja, tapi karena pandemi kehilangan pendapatan atau berkurang pendapatan atau pendapatan masih ajek, tetapi kebutuhan meningkat. Pemerintah memberikan subsidi untuk 15,7 juta masyarakat yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kenapa mereka dibantu. Program ini melengkapi program ada," tutur Ida.



Simak Video "Bappenas Sebut Pandemi Bikin 5,23 Juta Lapangan Kerja Lenyap dalam Sekejap"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)