Pertumbuhan Listrik Indonesia Tiap Tahun Capai 7%
Senin, 09 Jan 2006 17:14 WIB
Jakarta -
Pertumbuhan listrik di Indonesia diperkirakan akan stabil rata-rata mencapai 7 persen per tahun. Begitu juga untuk tahun 2006 akan tercapai 7 persen, meski dibayangi penyusutan jaringan hingga sebesar 9,7 persen.Pertumbuhan listrik Indonesia dinilai sangat pesat, jika dibanding negara lain yang kenaikannya hanya rata-rata 2 persen per tahun."Pertumbuhan kelistrikan kita itu cepat sekali," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yogo Pratomo, di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/1/2006).Yogo menjelaskan, dengan pertumbuhan yang cepat itu, maka pemerintah harus lebih fokus pada penambahan jaringan baru.Untuk memperluas dan memperbaiki kelistrikan nasional, juga dibutuhkan investasi pengganti jaringan yang sudah tua.Menurut Yogo, pembangunan jaringan listrik sebanyak 1 juta rumah tangga per tahun, membutuhkan dana kurang lebih US$ 3 miliar atau setara Rp 30 triliun per tahun.Saat ini baru sekitar 54 persen penduduk Indonesia yang mendapat akses listrik. Sedangkan sisanya masih juga belum tersentuh oleh nyala listrik.Berdasarkan data PLN per 2004, jumlah pelanggan listrik sebanyak 33,21 juta. Pelanggan terbanyak berasal dari sektor rumah tangga sebanyak 30 juta atau 93 persen.Sisanya adalah pelanggan bisnis, industri dan perkantoran. Penambahan pelanggan PLN ini rata-rata mencapai 3 persen per tahun.
(ir/)










































