Pemerintah Belum Akan Kurangi Rasio Utang Tahun Ini

Pemerintah Belum Akan Kurangi Rasio Utang Tahun Ini

- detikFinance
Senin, 09 Jan 2006 22:43 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan rasio utang luar negeri terhadap growth domestic product (GDP) sebesar 30 persen pada tahun 2009. Namun pada tahun 2006 ini, agaknya pemerintah masih belum sepenuhnya mengurangi rasio utang tapi malah akan mengambil pinjaman baru.Hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Boediono dan Menneg PPN/Ketua Bappenas Paskah Suzeta usai melakukan sidang kabinet di Kantor Presiden, Senin (9/1/2006) malam. Pemerintah dalam mengurangi stok hutang akan melakukan strategi dengan dengan menarik investasi dan menggalakkan debt swap. "Ini lagi kita kaji bentuknya bagaimana. Karena yang sudah jalan kan dengan Jerman di bidang pendidikan," kata Paskah.Indonesia juga akan hati-hati dalam menetapkan pinjaman baru. Baik pinjaman itu dalam rangka bilateral, yang diminta departemen, ataupun oleh pemerintah daerah. "Akan saya perketat. Buku birunya belum saya terbitkan. Jadi akan kita seleksi lagi," ujarnya. "Yang bisa dibiayai dalam negeri, ya dalam negeri lah, gak usah dibiayai luar negeri. Dan jumlahnya untuk 2006 cukup besar," urainya. Pemerintah juga menetapkan rasio utang pada 2009 terhadap GDP sebesar 30 persen. "Dari sekarang harus kita persiapkan uu yang atur tentang itu. Jadi kita perlu batasan utang kita," ujarnya.Dalam kesempatan yang sama Boediono mengatakan, pembentukan tim monitoring tidak lah mentargetkan soal pengurangan rasio hutang. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana menciptakan percepatan pelaksanaan stimulus terhadap kegiatan ekonomi. "Yang penting satu semester ke depan itu adalah memberi stimulus, dan salah satu cara adalah percepatan pelaksanaan pembangungan proyek dengan pinjaman luar negeri," ujarnya. Menyoal target pada 2009, Boediono menyatakan, target itu sudah cukup baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Kita harus realistis. Kecuali bila pertumbuhan ekonomi naik cepat," urainya. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads