Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Masih Tersisa Rp 483 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2020 13:31 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan realisasi penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah 30,4% atau setara Rp 211,6 triliun dari total anggaran yang mencapai Rp 695,2 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan realisasi tersebut tercatat hingga akhir Agustus 2020.

"Sampai saat ini sudah 30,4% dari pagu, tren sudah membaik luar biasa," kata Kunta dalam video conference, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Menurut Kunta, realisasi penyerapan anggaran PEN hingga akhir Agustus ini terjadi kenaikan hingga tiga kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

"Semester I kemarin akhir Juni baru Rp 124,62 triliun dari Rp 695 triliun, Juli saja sekitar Rp 147,67 triliun ada tambahan Rp 23,05 triliun, bulan Agustus kenaikan 3 kali lipat dari Rp 23 triliun tambah ke Rp 63 triliun atau Rp 211,60 triliun, ada percepatan di sini," jelasnya.

Dengan realisasi yang mencapai Rp 211,6 triliun, maka anggaran program PEN masih tersisa Rp 483,6 triliun. Pemerintah pun masih memiliki waktu beberapa bulan lagi untuk membelanjakan seluruhnya hingga akhir Desember 2020.

Kunta menjelaskan, percepatan akan terus dilakukan pemerintah melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) setiap harinya.

"Kemenkeu lakukan monev the bottlenecking kalau ada kendala apa, bisa selesaikan untuk percepat pencairan," ungkapnya.

Dari anggaran Rp 695,2 triliun ini, terbagi ke enam klaster, yang pertama kesehatan dengan anggaran Rp 87,55 triliun yang sudah terealisasi Rp 13,9 triliun. Klaster perlindungan sosial dengan anggaran Rp 203,91 triliun yang sudah terealisasi Rp 109,94 triliun.

Klaster sektoral K/L serta pemerintah daerah anggarannya Rp 106,05 triliun yang sudah terealisasi Rp 16,75 triliun. Klaster insentif usaha anggarannya Rp 120,61 triliun yang sudah terealisasi Rp 18,85 triliun.

Sementara klaster dukungan UMKM anggarannya Rp 123,47 triliun yang sudah terealisasi Rp 52,09 triliun, terakhir klaster pembiayaan korporasi anggarannya Rp 53,57 triliun dan hingga saat ini belum terealisasi sepeser pun.



Simak Video "Realisasi Anggaran PEN Telah Capai 45,5%"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)