Rekam Jejak Gibran, dari Pebisnis hingga jadi Politisi

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2020 13:55 WIB
Gibran Rakabuming Raka datangi kantor DPP Partai Golkar untuk terima SK dukungan dari Golkar. Gibran tampak pakai masker-face shield saat kunjungi kantor Golkar
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka makin mantap melangkah sebagai calon wali kota di Pilkada Solo 2020. Hari ini, Jumat (4/9) Gibran bersama Teguh Prakosa diagendakan bakal mendaftar sebagai peserta Pilkada Solo tepat di hari pertama pembukaan pendaftarannya.

Sebelum melangkah ke dunia politik, Gibran lebih dikenal sebagai pebisnis muda yang sukses. Lalu, bagaimana rekam jejak perjalanan karier ayah kandung Jan Ethes Srinarendra ini hingga akhirnya memilih terjun ke dunia politik?

Dunia Usaha

Pria kelahiran Solo 32 tahun silam ini mengawali karirnya sebagai pengusaha katering bernama Chili Pari. Meski sang ayah berharap ia meneruskan usaha mebel miliknya, Gibran memilih merintis usaha sendiri dengan modal yang didapatnya dari pinjaman bank.

Saat memulai bisnis pertamanya itu, modal yang dikeluarkan Gibran cukup fantastis yakni mencapai ratusan juta rupiah.

"Nggak perlu disebutinlah. Ya ratusan juta," kata Gibran di Kantor Transmedia, Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2018).

Ia mengaku Jokowi tidak memberikan bantuan modal kepada Gibran untuk memulai usaha kateringnya. Sebagai sang bapak, Jokowi hanya memberikan saran.

"Kalau modal nggak sih. Saya dari dulu apa-apa sendiri sih," ujar Gibran.

Ia bercerita di awal merintis usahanya menerima pesanan makanan yang jumlahnya belum banyak. Ia ingat pesanan kateringnya di awal-awal baru untuk 50 orang saja.

"Wah lupa banget, 50 atau berapa gitu. Dikit banget," tutur Gibran.

Setelah itu, omzet yang bisa dikantongi Gibran lebih dari Rp 1 miliar per bulannya. Ia mengungkapkan bahwa bisnis makanan memiliki keuntungan yang cukup besar.

"Kalau makanan cepat lah, kalau cabangnya udah banyak pasti di atas Rp 1 (miliar)," kata Gibran.

Gibran menceritakan bahwa membangun bisnis katering tentu berbeda dengan bisnis restoran. Pasalnya bisnis restoran membuat orang penasaran untuk mencobanya dan bisa dibeli sesuai kebutuhan.

Sedangkan, untuk bisnis katering orang tidak ingin mencoba-coba untuk memesannya. Pasalnya, pesanan katering umumnya dalam jumlah yang banyak.

"Tantangannya banyak, kalau restoran sama katering tuh beda. Kalau restoran biasanya restoran baru orang kan lebih punya rasa penasaran. Jadi kalau ada restoran baru biasanya orang bilang 'eh ini ada restoran baru kita coba ini yuk' kan gitu. Kalau katering kan nggak mungkin, misalnya ada orang mau nikah terus pengin nyoba-nyoba katering baru itu sangat jarang sekali," kata Gibran.

Kunci utama sukses membangun sebuah bisnis, kata Gibran adalah untuk tidak malu memulai usaha dari skala terkecil dulu. Sebab, menurutnya, lebih baik merintis usaha sendiri dibandingkan menjadi karyawan.

"Yang penting jangan malu untuk memulai dari sesuatu yang kecil. Jadi kalau saya prinsipnya daripada ikut orang lain jadi PNS lebih baik buka warung kecil bisa jadi," kata Gibran.

Mengenai modal, ia juga mengatakan tidak perlu khawatir karena banyak alternatif pendanaan. Kebutuhan modal bisa didapatkan dari bank hingga menjalin kerja sama dengan teman.

"Kalau modal kan bisa didapatkan berbagai cara, misalnya pinjam. Pinjam dari bank, atau kali dari bank ditolak bisa pinjam dari koperasi atau kalau sekiranya dua cara ini terlalu riskan karena ada bunganya kita bisa cari partner," tutur Gibran.

Sukses dengan bisnis katering, Gibran kembali memperkuat pijakannya di dunia bisnis. Ia membuka bermacam-macam jenis bisnis, beberapa di antaranya dibangun bersama sang adik, Kaesang Pangarep.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kata Polri soal Penanganan Kerumunan Acara Habib Rizieq & Pendaftaran Gibran"
[Gambas:Video 20detik]