3 Fakta Batang Kayu yang Harganya Rp 1,45 Miliar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2020 19:30 WIB
Warga Purworejo membudidayakan tanaman gaharu
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta -

Sebuah kayu mencuri perhatian banyak pihak. Kayu tersebut dijual hingga harga US$ 100.000 per kg atau sampai Rp 1,45 miliar per kg (kurs Rp 14.500).

Kayu tersebut disebut gaharu. Apa yang bikin mahal? Berikut fakta-faktanya:

1. Asal Gaharu

Mengutip Business Insider, Kamis (3/9/2020), untuk menghasilkan gaharu kayu ini mesti terinfeksi jamur. Gaharu berasal Aquilaria malaccensis yakni pohon asli hutan hujan di Asia Tenggara.

2. Proses Jadi Gaharu

Sebelum terinfeksi, inti kayu yang sehat di dalam pohon Aquilaria pucat, tidak berbau dan tidak berharga. Namun, di alam liar kerusakan pohon oleh sesuatu dari luar seperti hewan mengakibatkan tumbuhnya jenis infeksi jamur tertentu di dalam pohon yang disebut Phialophora parasitica.

Pertahanan Aquilaria dari serangan ini adalah dengan menghasilkan resin aromatik yang diinduksi stres yang disebut aloes yang berwarna gelap dan lembab. Selama beberapa tahun gaharu perlahan-lahan tertanam di inti kayu.

3. Cara Panen

Saat gaharu dipanen maka dipisahkan dari Aquilaria yang sehat di sekitarnya. Dari situ kemudian akan menjadi kepingan oud.

Oud juga disuling menjadi minyak esensial dan dalam bentuknya yang paling murni minyak itu harganya bisa mencapai US$ 80.000 per liter. Minyak itu mendapat julukan di antara para pedagang sebagai 'emas cair'.



Simak Video "Ekstrak Minyak Wangi Yang Diperoleh Dari Hasil Sulingan Kayu Gaharu Sumbawa"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)