Bakal Telan Rp 8 T, Kapan Proyek Satelit 150 Gbps RI Dibangun?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Sep 2020 16:13 WIB
Ilustrasi Satelit, Satelit
Ilustrasi Satelit (Foto: Photo by NASA on Unsplash)

Direktur Utama PSN sekaligus Direktur Utama SNT Adi Rahman Adiwoso menjelaskan konstruksi akan segera dilakukan TAS setelah PWA dilakukan. Adi pun menegaskan bahwa konstruksi mulai dilakukan pada bulan ini.

"Indonesia bisa secepatnya menjadi digital society dengan mempermudah pendidikan, pemerintahan, kesehatan, perekonomian, dan sebagainya dengan akses internet. Kesetaraan digital ini menyiapkan seluruh bangsa menghadapi masa depan yang sebagian besar berdasarkan digital world," jelas Adi Rahman.

Menurut Adi, proyek SATRIA merupakan bagian dari rangkaian Satelit Nusantara yang dimulai sejak 2019. Satelit multifungsi ini memiliki kapasitas 150 gigabyte per second (Gbps) dengan menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dan memakai frekuensi Ka-Band.

"Dengan kapasitas sebesar 150 Gbps berarti lebih besar tiga kali lipat dari semua kapasitas satelit nasional yang saat ini masih digunakan. Kami yakin SATRIA dapat menjadi jawaban dari digital gap yang masih terjadi di Indonesia," jelas Adi.

Lalu, Adi juga menjelaskan bahwa total investasi SATRIA yang mencapai US$ 550 juta atau Rp 8 triliun akan dibiayai oleh sindikasi perbankan bank-bank internasional.

Rincian bank sindikasi tersebut terdiri dari The Hongkong and Shanghai bank Corporation Limited (HSBC), Banco Santander, S.A (Santander) dan The Korean Development Bank (KDB) yang didukung oleh bank penjamin yaitu Bpi France Assurance Export (Bpi)--Export Credit Agency dari Perancis--dan lembaga keuangan multilateral, Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB), yang berbasis di Beijing, Tiongkok, dengan persentase fasilitas pinjaman sekitar US$ 425 juta (sekitar Rp 6,3 triliun) atau dengan persentase 77,27% dari seluruh total investasi.

Sedangkan sisanya sebanyak US$ 125 juta atau setara 22,73% dari total investasi SATRIA akan menggunakan modal Konsorsium PSN.

Adi juga menjelaskan, dengan menerapkan teknologi VHTS, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dapat melakukan efisiensi biaya sewa SATRIA yaitu hanya akan berkisar 12-20% dari biaya sewa pemerintah saat ini.



Simak Video "Ada SpaceX Milik Elon Musk di Balik Proyek Satelit SATRIA"
[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)