Over Supply, Produsen Teh Rugi Rp 160 Miliar di Tahun 2005
Rabu, 11 Jan 2006 14:36 WIB
Jakarta -
Kelebihan pasokan (over supply) produk teh membuat produsen teh yang tergabung dalam Asosiasi Teh Indonesia (ATI) mengaku rugi Rp 160 miliar sepanjang tahun 2005.Over supply ini telah menyebabkan harga pokok produksi dan harga penjualan relatif sama, sehingga tidak ada margin keuntungan.Demikian disampaikan oleh Ketua Umum ATI Insyaf Malik di sela acara lelang teh di kantor pemasaran bersama PTPN, Jalan Cut Mutia, Jakarta, Rabu (11/1/2006)."Harga pokok tidak sebanding dengan harga jual, yakni harga jual 105 sen dolar AS per kilogram, sementara produksi Rp 10 ribu per kilogram, jadi hampir tidak ada margin keuntungan," kata Insyaf.Saat ini produksi teh dunia mencapai 3,32 juta ton per tahun. Sedangkan tingkat konsumsinya hanya sebesar US$ 3,27 juta ton per tahun, sehingga ada over supply 0,5 juta ton per tahun.Kondisi over supply ini ditakutkan dapat menekan harga di pasar. Harga wajar produk teh adalah 120 sen dolar AS per kilogram.Insyaf mengatakan, konsumsi teh dalam negeri saat ini sebesar 300 gram per kapita per tahun. Artinya, bila dalam satu cangkir berisi 1,5 gram teh, maka dalam satu tahun satu orang hanya minum 200 cangkir teh atau dua hari sekali.Namun jika konsumsi teh meningkat menjadi tiap hari, berarti ada 547 gram teh per kapita per tahun. Potensi ini sangat terbuka, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta.Dengan kenaikan konsumsi menjadi 120 ribu ton per tahun, maka produksi nasional yang saat ini mencapai 160 ribu ton dan sisanya sebesar 40 ribu ton masih bisa diekspor.Tahun 2006, produksi teh nasional diperkirakan sama seperti tahun lalu, 160 ribu ton, karena tidak ada investasi baru. Apalagi sejumlah produsen seperti PTPN IV juga mengurangi 1.000 hektar kebun tehnya menjadi kebun kelapa sawit.Selain masalah over supply, produsen teh juga mengalami kendala masalah pajak pertambahan nilai (PPN). Serta masalah upah buruh yang tidak bisa dikendalikan karena tiap tahun naik 15 persen, namun tidak diikuti dengan kenaikan harga jual.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































