Angkanya Simpang Siur, BPK Akan Audit Utang Luar Negeri
Rabu, 11 Jan 2006 15:13 WIB
Jakarta - Simpang siurnya jumlah utang luar negeri Indonesia membuat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution gerah. Untuk itu, BPK akan segera mengaudit pinjaman atau utang luar negeri, khususnya pinjaman proyek.BPK akan minta pemerintah membuat laporan mengenai berapa sebenarnya struktur utang luar negeri yang dimiliki oleh Indonesia."Republik kita ini, terutama pada masa reformasi tidak jelas, siapa yang menata utang ini. Bappenas-kah? BI-kah? atau Departemen Keuangan-kah?," cetus Anwar dalam jumpa pers di Gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/1/2006).Anwar setuju dengan rencana Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta yang akan melakukan administrasi utang luar negeri Indonesia, sehingga dapat diketahui berapa nominal utang Indonesia. "Berapa utang kita, piutangnya berapa, kepada siapa, berapa jumlahnya dan bagaimana syaratnya. Masa informasi itu saja tidak ada di Republik Indonesia," ujar Anwar dengan kesal.Menurut mantan Deputi Gubernur Senior BI ini, Indonesia semestinya mengetahui secara persis berapa jumlah utang baik dalam dan luar negeri. Sementara untuk utang luar negeri harus diketahui juga berapa porsi CGI, Paris Club dll.Selain utang luar negeri, BPK juga akan mengaudit pajak dan SUN. Audit pajak dilakukan sebagai upaya meningkatkan penerimaan pajak. "Bagaimana meningkatkan tax ratio yang rendah, bukan hanya soal penambahan NPWP," tandasnya.
(qom/)











































