Harga Beras di Semarang Melonjak

Harga Beras di Semarang Melonjak

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2006 15:23 WIB
Semarang - Pasokan beras ke Pasar Induk Dargo Semarang tersendat dan harganya terus melonjak dalam beberapa hari terakhir. Musim hujan diperkirakan menjadi pemicunya.Dalam satu hari, biasanya sebanyak 25-50 ton beras mengalir ke Pasar Induk Dargo. Namun sejak empat hari lalu, beras yang dikirim dari Kendal dan Temanggung hanya berkisar 10 ton. Bahkan kadang tak ada pasokan sama sekali.Salah satu pedagang Kastawar memperkirakan harga beras terus naik karena barang yang kian susah didapat. "Ini benar-benar sepi pasokan. Bukan diada-adakan," katanya ketika ditemui di kiosnya, Jl. Dargo, Semarang, Rabu (11/1/2006).Dijelaskannya, pasokan beras ke Semarang berkurang drastis akibat dari musim hujan. Sehingga petani di berbagai daerah di Jateng yang sedang panen tak bisa mengeringkan padinya."Dalam sehari harga beras bisa naik dua kali. Misalnya, pada pagi hari harganya Rp 4 ribu, pada siang harinya, sudah jadi Rp 4.200. Memang fluktuatif seperti itu," terangnya.Lelaki berdarah Tionghoa ini mengungkapkan, kondisi ini bisa saja terjadi hingga pertengahan Februari mendatang. Pasalnya, musim hujan masih terus berlangsung dan panen belum begitu merata.Sepinya pasokan beras di Pasar Induk Dargo Semarang terlihat dari minimnya aktifitas pedagang. Sebagian pedagang duduk-duduk dan mengobrol dengan yang lain. Padahal pada hari-hari biasa, mereka selalu sibuk menerima dan mengirim beras.Selain itu, sepinya pasokan juga membuat sejumlah pedagang kreatif. Mereka membongkar lagi beras yang tidak laku dan tersimpan di gudang untuk dibersihkan. "Ya beras-beras lama itu bisa jadi campuran. Harganya sih murah," tutur Kastawar.Harga beras di pasaran hingga kini terus melonjak. Harga beras paling murah Rp 4 ribu per kg. Sedangkan untuk beras yang lebih bagus, berkisar Rp 4.500-4.800 per kg. Seminggu lalu, harga beras paling bagus hanya Rp 4 ribu. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads