Kenapa Harga Emas Naik Saat Pandemi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 07:30 WIB
Gold ingots in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia, on Nov 22, 2018. A search of the woman led to the discovery of eight pieces of gold weighing a total of nearly 1.9kg.PHOTO: REUTERS
Foto: REUTERS
Jakarta -

Harga emas saat ini melambung tinggi dan sudah berada di atas Rp 1 juta/gram. Biasanya peningkatan harga emas ini terjadi saat kondisi ekonomi dunia sedang 'kurang baik' sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang beralih ke instrumen yang lebih aman.

Perencana Keuangan Safir Senduk mengungkapkan biasanya harga emas ini naik seiring dengan kekhawatiran masyarakat dalam hal apapun. Mulai dari ekonomi sampai kondisi kesehatan global.

"Kalau dari sisi pengalaman ternyata emas naik itu karena kekhawatiran masyarakat, apapun itu mulai ekonomi, politik dan kesehatan sampai kerusuhan orang orang beli emas," ujar dia dalam acara d'Mentor, Selasa (8/9/2020).

Dia mencontohkan orang Indonesia banyak yang khawatir berlebihan misalnya saat pemerintah menyebut Corona tidak masuk ke Indonesia, namun keesokan harinya ada pasien positif semua orang datang ke supermarket untuk belanja kebutuhan dan memborong masker sampai hand sanitizer.

"Lalu orang juga membeli investasi yang bisa dipegang, yaitu properti dan emas. Tapi kalau properti tidak semua orang bisa beli, nah ini yang menyebabkan emas naik," jelas dia.

Safir menyebutkan investasi emas ini memang harus diniatkan untuk investasi jangka panjang. Untuk bisa meraih keuntungan. "Kalau tidak butuh-butuh amat uangnya ya jangan dijual juga," ujar dia.



Simak Video "Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp 913.000/Gram"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)