9 Juta Orang AS Belum Dapat Bansos Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 09:50 WIB
Melanjutkan tren positif sejak Selasa kemarin, nilai tukar rupiah menguat melawan dolar AS.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sembilan juta orang Amerika Serikat tercatat belum menerima bantuan virus Corona dari pemerintah. Internal Revenue Service (IRS) atau lembaga pajak pemerintah federal AS berupaya akan mengirim surat kepada jutaan orang itu untuk memastikan mereka bisa memenuhi syarat stimulus.

Dikutip dari CNBC, Rabu (9/9/2020) adapun cara agar 9 juta orang AS menerima stimulus. IRS menjelaskan individu yang menerima surat tersebut harus mendaftar di IRS.gov paling lambat 15 Oktober 2020 untuk menerima pembayaran mereka pada akhir tahun 2020.

Setelah memenuhi syarat, individu dapat menerima hingga US$ 1.200 setara Rp 17,7 juta (kurs Rp 14.700), sementara pasangan yang sudah menikah akan mendapatkan hingga US$ 2.400 (Rp 35 juta) dan $ 500 (Rp 7 juta) untuk setiap anak di bawah usia 17 tahun. Tentu tiga kriteria ini harus memenuhi syarat.

IRS akan mengirimkan surat kepada orang-orang yang belum mengajukan pengembalian pajak pada 2018 atau 2019. Namun demikian, mereka berhak stimulus virus Corona.

Umumnya, jutaan orang ini tidak harus mengajukan pengembalian pajak karena sebagian dari mereka berpenghasilan rendah. Jika individu penghasilannya hanya US$ 12.200 (Rp 181 juta), pasangan US$ 24.400 (Rp 362 juta) atau bahkan ada yang tidak memiliki penghasilan.

Syarat memenuhi klaim stimulus virus Corona ialah bahwa orang itu warga negara AS dan penduduk asing yang menetap di AS. Namun, permasalahan yang dialami jutaan orang itu karena tidak memiliki nomor Jaminan Sosial pekerja AS. Bantuan ini memang dikhususkan bagi pekerja.

Putaran surat dari IRS ini sebagai upaya terbaru dari lembaga tersebut untuk melakukan pembayaran kepada keluarga yang mungkin telah melewatkan cek awal tahun ini. Akhir bulan lalu, IRS mengumumkan ada 50.000 orang akan menerima pembayaran pengejaran yang sempat ditahan.



Simak Video "Donald Trump Seret Facebook hingga Google ke Pengadilan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)