OP Memble, Harga Beras Bertahan
Rabu, 11 Jan 2006 18:11 WIB
Jakarta - Operasi pasar (OP) yang digelar Bulog di 15 pasar Jakarta sejak 8 Januari lalu terbukti benar-benar memble. Buktinya, tiga hari setelah OP, harga beras tetap tidak berubah, malah cenderung naik.Berdasarkan data pasar Depdag yang diterima detikcom, Rabu (11/1/2006), untuk harga beras kualitas medium di Jakarta sama sekali tidak berubah.Misalnya saja untuk jenis IR2 yang pada 7 Januari lalu harganya Rp 4.620/kg, maka pada 9 Januari, harganya sempat turun Rp 20/kg. Namun ternyata, pada hari ini, harga beras jenis ini kembali naik ke Rp 4.620/kg.Secara rata-rata nasional, harga beras malah cenderung naik. Jika pada 7 Januari rata-rata harga beras nasional masih Rp 3.745/kg untuk kualitas mendium, maka pada 9 Januari harga sudah naik menjadi 3.949/kg dan menjadi Rp 3.889/kg pada hari ini.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah akan melanjutkan OP di daerah jika harganya tinggi, meski tidak ada permintaan dari pemerintah daerah. Syarat operasi pasar adalah jika harga sudah 25 persen di atas harga rata-rata normal, yakni harga rata-rata selama 3 bulan terakhir."Kita punya kewenangan instruksikan Bulog melakukan OP bila memang harga sudah terlalu tinggi," ujar Mari usai pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Depdag.Mari mengungkapkan, OP akan digelar di Jateng yang harga berasnya sudah di atas Rp 3,400/kg. Wilayah lainnya adalah Bangka Belitung dan Lampung.Ia menilai, harga beras yang tinggi pada Januari ini sangat wajar, mengingat bulan ini merupakan masa paceklik. "Jadi secara musiman harganya yang paling tinggi dibanding bulan lainnya," tambahnya.Saat ini harga pembelian pemerintah (HPP) atau harga beras di Gudang Bulog Rp 3.550/kg. Sementara harga ritel diperkirakan Rp 400/kg lebih tinggi dari HPP. "Jadi harga ritel yang wajar Rp 4.000/kg," katanya.Sementara dalam operasi pasar Bulog dipilih harga Rp 3.800/kg mengingat harga OP harus lebih rendah dari harga pasar.Menurut Mari, jumlah beras untuk OP tidak bisa diprediksi jumlahnya karena tergantung lokasi dan harga. Yang perlu dilihat, tambahnya, adalah tingkat kewajaran kenaikan harga dibanding perkembangan harga rata-rata 3 bulan terakhir sebesar Rp 3.500./kg.Sementara Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman mengatakan, OP akan dilakukan sesuai kebutuhan, dan akan dihentikan jika harga sudah normal.
(qom/)











































