Bioskop di DKI Batal Dibuka!

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 07:00 WIB
protokol kesehatan di bioskop
Foto: dok. kemenparekraf
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menegaskan pembukaan bioskop kembali ditunda seiring dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total pada 14 September. Pengusaha pun pasrah karena rencananya bioskop mulai dibuka pada 10 September kemarin.

Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengaku hanya bisa pasrah dan memilih banyak-banyak berdoa agar pandemi segera bisa ditangani.

"Kita juga mau ngomong apa? Ntar gini, ntar gitu, ntar masa transisi, balik lagi, sudah 5 kali, ya sudah lah pasrah aja lah, mau diapain coba, doa sih nggak berhenti-henti pada Allah ya. Itu sudah terjadi, kita tidak bisa berbuat banyak lah, udahlah," ujar Djonny kepada detikcom, Kamis (10/9/2020).

Padahal, kalau izin buka bioskop itu sudah terbit, kata Djonny beberapa pekan lalu, maka kemarin, bioskop di Jakarta dan bahkan seluruh daerah di Indonesia bisa dibuka serentak. Namun, sampai hari ini izin itu belum turun. Lantaran, banyak proses persetujuan yang harus dipenuhi pihak pengelola agar mendapat izin tersebut.

Djonny menegaskan bahwa seluruh proses tersebut bakal terus dijalankan. Sampai, seluruh bioskop di Indonesia dinyatakan layak dibuka buat publik. Sejauh ini, baru XXI yang sudah melengkapi proses persetujuan tersebut dan tinggal menunggu terbitnya surat keputusan (SK) izinnya.

"Kita lagi melalui proses kok, selama hampir 10 hari ini, itu kan tidak gampang, kita harus diskusi, proposal kita ajukan, kemudian dilakukan juga peninjauan ke bioskop terutama tentang protokol. Itu sudah kita lakukan bersama Pemda dan pariwisata, ekonomi kreatif, kominfo segala macam lah. Yang XXI sudah selesai, tinggal yang CGV belum sama Cinepolis juga mau ditinjau juga, mau didiskusikan juga," paparnya.

Tujuannya saat nanti PSBB mulai dilonggarkan kembali, bioskop di seluruh Indonesia bisa buka serentak tanpa harus melakukan tinjauan ulang.

"Proses itu tetap berjalan, nah abis itu baru kita nunggu, kapan mulai bukanya, start nya kapan, jadi sekarang kita tidak kayak gitu, kita nunggu-nunggu itu enggak, sekarang diproses supaya begitu buka itu kita sudah ready, tidak ada masalah lagi, tinggal diawasi," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2