Jakarta PSBB Lagi, Pengusaha: Mestinya Tidak Pukul Rata

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 13:05 WIB
Pemprov DKI Jakarta kembali terapkan PSBB ketat guna tekan kasus COVID-19 di Ibu Kota. Lalu, bagaimana nasib para pegawai di Jakarta bila PSBB ketat diterapkan?
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ketua umum kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menyayangkan keputusan pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk kembali melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Rosan menyebutkan memang sektor kesehatan harus diutamakan saat ini. Namun pemerintah provinsi seharusnya melihat dan tidak memukul rata dengan dilakukan PSBB ini.

"Mestinya tidak dipukul rata juga ya. Karena kita juga sedang menjaga momentum pemulihan ekonomi ini yang sudah mulai berjalan, secara bulanan sudah membaik. Kalau ada PSBB lagi ya tertekan," kata Rosan saat dihubungi detikcom, Jumat (11/9/2020).

Dia mengungkapkan, PSBB Jakarta ini diharapkan jangan sampai mengganggu distribusi barang yang memang tidak terdampak besar serta sudah menjalankan protokol kesehatan ketat.

"Mesti dipilah-pilah lebih hati-hati ya ini. Kalau memang yang menjadi sumber penularan atau epicentrum baru ya bisa dibatasi. Kalau WFH juga sekarang 50% : 50% untuk perkantoran dan juga mereka menjalankan protokol kesehatannya secara ketat," ujar dia.

Rosan menyebut kondisi ini bisa mempengaruhi lagi dunia usaha yang pelan-pelan sedang bangkit. "Ini pastinya akan ada tekanan ke dunia usaha maupun perekonomian. Dunia usaha dan UMKM akan mendapatkan tekanan yang lebih besar," jelas dia.

Seperti diketahui pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat pada 14 September 2020 mendatang. Sejumlah kegiatan usaha akan diperketat lagi.



Simak Video "Penyebaran Kasus Covid-19 Kini Lebih Tinggi Akibat Transmisi Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)