Produksi Gas Pertamina 100% Dilempar ke Pasar Domestik
Kamis, 12 Jan 2006 13:03 WIB
Jakarta -
Produksi gas dari PT Pertamina (persero) sebesar 100 persen ditujukan ke pasar domestik. Gas yang dilempar ke pasar domestik sebesar 0,98 billion square feet per day (BSFD). Produksi gas yang dihasilkan Pertamina bersama Kontraktor Production Sharing (KPS) sebenarnya mencapai 8,35 BSFD. Namun dari jumlah itu, gas yang khusus diproduksi KPS mencapai 7,37 BSFD dan sisanya 0,98 BSFD oleh Pertamina.Gas Pertamina ini, kebanyakan digunakan oleh industri pupuk dan pembangkit listrik. Demikian diungkapkan Direktur Pertamina EP, Kun Kurnely dalam seminar gas nasional di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/1/2006).Menurut Kun, gas yang dihasilkan sendiri Pertamina sebesar 0,98 BSFD, memang hanya ditujukan untuk pasar domestik. Sedangkan gas yang dihasilkan oleh Pertamina dan KPS sebanyak 41,6 persen, diperuntukkan ke pasar domestik dan sisanya untuk ekspor. Kun menyatakan, saat ini penjualan gas mengikuti harga minyak di pasar internasional yang terus meningkat. Permintaan gas tersebut baik dari dalam maupun luar negeri cukup besar."Seiring dengan naiknya harga minyak, harga gas juga cenderung naik," kata Kun.Diakui Kun, saat ini pengembangan lapangan gas cenderung didominasi oleh upaya pemenuhan pembangkit listrik (power plant) dan industri pupuk. Namun dalam perkembangannya, justru industri pupuk sering terkendala masalah posisi tawar harga gas, yang umumnya dibawah harga keekonomian.Selain itu, kendala infrastruktur yang belum terintegerasi juga membuat penjualan gas dilakukan hanya dengan volume ekonomis. Kun menambahkan, kemampuan pembelian konsumen gas dalam negeri masih rendah dibawah US$ 3 per mmbtu, dibandingkan harga solar Rp 4.300 per liter yang setara dengan US$ 11,7 mmbtu.Kondisi ini juga yang membuat produsen gas lebih senang menjual gasnya ke luar negeri, karena harganya lebih tinggi.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































