Dengar Curhat Pedagang Tanah Abang Tentang PSBB Jakarta

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 16:30 WIB
Penerapan PSBB secara ketat mulai diberlakukan di Jakarta mulai Senin (14/9) besok. Seperti apa kondisi di Tanah Abang jelang penerapan PSBB total di Ibu Kota?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pandemi Corona telah membuat banyak pihak merugi, tak terkecuali para pedagang di pasar. Salah satunya di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak awal pandemi membuat mereka kehilangan pembeli.

Irwan seorang pedagang baju muslim mengatakan kini omzetnya sudah turun hingga 50% lebih. Menurutnya, bukan cuma PSBB, pandemi juga menahan banyak orang untuk keluar rumah.

Dia menceritakan, semenjak pasar Tanah Abang dibuka kembali operasinya setelah sempat ditutup saat awal pandemi lalu, pendapatan usahanya belum bisa kembali normal.

"Ini hitungan kasar doang ya, 50% lebih itu ada turunnya kalau omzet kita. Paling minim sehari dulu bisa dapat Rp 5 juta, paling minim lho, sekarang bisa dapat segitu aja syukur," kata Irwan ditemui detikcom di lapaknya, Senin (14/9/2020).

Paling miris adalah dirinya mengaku telah kehilangan momentum pada saat lebaran Idul Fitri lalu, pasalnya di saat orang akan belanja tempat usahanya masih ditutup saat PSBB belum dilonggarkan waktu itu.

"Ya itu paling terasa pas lebaran kemarin kita kehilangan momennya, orang biasa belanja jadi nggak bisa belanja. Bayangin aja, di masa deket lebaran begitu kita bisa dapat Rp 10 juta kadang lebih," ujar Irwan.

Irwan pun merespons keputusan PSBB yang kini kembali diperketat oleh Pemprov DKI Jakarta. Dia mengingatkan agar pemangku kebijakan jangan sampai lagi menutup pasar, mengingat dampaknya sangat besar bagi pedagang.

"PSBB ketat, ya nggak berharap banyak, cuma jangan sampai ditutup lagi aja pasar. Ini dibuka aja udah sepi," kata Irwan.

Sementara itu, Irna pedagang lainnya menegaskan bahwa semua pedagang pasar di Pasar Tanah Abang saat ini mematuhi protokol kesehatan. Dia meminta masyarakat jangan ragu untuk berbelanja.

"Kita kalau ngomongin physical distancing ya kan ada jaraknya pedagang sama pembeli, hand sanitizer kita beli kita siapin udah. Pakai masker juga kita sekarang, jangan takut lah ke pasar," ujar Irna.

Dia berharap meski PSBB diperketat lagi, jangan sampai membuat masyarakat sulit ke pasar. "Mau diketatkan kayak gimana, asal jangan susah bikin orang ke pasar deh," katanya.

(dna/dna)