Erick Thohir Buktikan Suntikan Modal Negara Tak Melulu Buruk

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 21:40 WIB
Ilustrasi Erick Thohir
Foto: Ilustrasi Erick Thohir (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menepis jika penyertaan modal negara (PMN) pada perusahaan pelat merah selalu buruk. Erick pun menyampaikan data-data di mana PMN membuat kontribusi BUMN kepada negara semakin besar.

"Saya rasa hasil rapat dengan Komisi VI di mana salah satu yang dibahas kan mengenai PMN 2021, tapi pada kesempatan ini saya bisa menjelaskan bahwa persepsi yang selama ini seakan akan PMN itu tidak baik. Nah saya punya data-datanya, tadi saya jelaskan di mana kalau kita lihat antara dividen dan PMN itu jumlahnya berbalik," terang Erick di DPR Jakarta, Senin (14/9/2020).

Erick memaparkan, PMN atau suntikan modal negara pada BUMN mencapai Rp 118 triliun. Namun dividen yang bisa diberikan atau dikembalikan ke negara mencapai Rp 255 triliun atau dua kali lebih.

"Selama ini dari tahun 2015-2020 yang namanya PMN itu Rp 118 triliun, tetapi dividen yang diberikan BUMN itu Rp 255 triliun. Jadi hampir 2 kali lebih," sambungnya.

Sementara, jumlah PMN hanya 6% dari kontribusi yang diberikan BUMN dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan dividen.

"Nah kalau kita lihat juga apa yang dilakukan BUMN, terhadap pembayaran pajak dan juga pembayaran PNBP dibanding PMN 6%, jauh. Ini contoh misalnya buat 2019 saja pembayaran pajak Rp 284 triliun, PNBP Rp 136 triliun," katanya.

Erick bilang, pihaknya dan DPR sepakat untuk merinci PMN untuk BUMN ke depannya.

"Dan kita juga bersepakat bagaimana PMN itu ke depannya harus jelas mana yang namanya penugasan, mana yang memang corporate action, intinya akan investasi," tutup Erick.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)