2 Permintaan Pengusaha Soal PSBB Jakarta

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 07:00 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (21/8/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub Nomor 80 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB pada masa transisi yang didalamnya mengatur pembatasan kendaraan sepeda motor pribadi melalui aturan ganjil-genap pada kawasan pengendalian lalu lintas.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Jakarta -

Pengusaha menyampaikan sejumlah permintaan atas implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperketat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pertama soal batas jumlah pegawai yang bekerja dari kantor maksimal 25%.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pengusaha butuh waktu untuk mengimplementasikannya. Saat ini para pengusaha sedang melakukan penyesuaian setelah kemarin mendapatkan dasar-dasar aturan pelaksanaannya.

"Jadi memang perlu waktu memang untuk mensosialisasikan ini kan. Jadi sekarang sedang dilaksanakan," kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (14/9/2020).

Dia memastikan bahwa aturan tersebut secepatnya akan diimplementasikan oleh para pengusaha.

"Jadi kami sudah juga melalui asosiasi-asosiasi juga sudah mengimbau bahwa perusahaan harap segera mengikuti. Jadi ada adjust working schedule (penyesuaian jadwal kerja) mereka supaya bisa mengikuti aturan main yang ada," jelasnya.

Namun untuk sementara ini dirinya meminta waktu untuk melakukan adaptasi dengan ketentuan baru itu. Ketentuan maksimal pegawai yang bekerja dari kantor sebanyak 25% berlaku untuk sektor usaha non-esensial. Sementara ada 11 sektor esensial yang diberi kelonggaran hingga 50% pegawainya bekerja di kantor.

Berikutnya soal ancaman tutup satu gedung bila ada pegawai positif Corona. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sepekan PSBB Transisi Jilid II, Begini Suasana Mal di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]