PLN Pasrah Soal Tarif Listrik
Kamis, 12 Jan 2006 15:45 WIB
Jakarta - Pemerintah akan segera memutuskan soal tarif dasar listrik (TDL) baru dua minggu lagi. PT PLN (persero) pun mengaku pasrah jika pemerintah akhirnya memutuskan tidak menaikkan TDL pada tahun 2006 ini.Jika pemerintah tidak menaikkan TDL, maka PLN akan melakukan sejumlah efisiensi untuk menutupi beban biaya produksi yang meningkat akibat kenaikan BBM."Kita terima sajalah. Dan semua itu kan masih dibahas oleh pemerintah. PLN hanya menjalankan apa yang diputuskan pemerintah," kata Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Sunggu Aritonang saat ditemui dalam acara peluncuran buku "Directory Indogreenbook" di Riverside Golf, Cimanggis, Kamis (12/1/2006).Sunggu mengakui saat ini cost recovery listrik cukup besar akibat kenaikan harga BBM, sehinga ada perubahan perhitungan subsidi yang akan diberikan pemerintah."Soal hitung-hitungannya berapa, sebenarnya saya punya datanya, tapi kita tunggu saja keputusan dari pemerintah. Lagipula sekarang lagi digodok," ungkap Sunggu.Saat ini subdisi listrik dari APBN hanya Rp 15 triliun, sementara biaya produksi sekitar Rp 35 triliun. Sunggu yakin pemerintah tidak akan tinggal diam dengan apa yang terjadi di PLN, mengingat BUMN ini juga harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.Sunggu menambahkan, PLN mau tidak mau harus berhemat untuk mengurangi cost recovery. "Efisiensi akan kita lakukan termasuk terus mengurangi losses PLN," tegasnya.
(qom/)











































