Karena Isu Uighur, AS Larang Impor Produk dari Xinjiang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 15:13 WIB
Aug 6, 2016; Rio de Janeiro, Brazil; The American flag flies above the Chinese flags after Virginia Thrasher took the gold medal in the 10m air rifle competition at Olympic Shooting Centre. Mandatory Credit: Geoff Burke-USA TODAY Sports
Foto: Geoff Burke-USA TODAY Sports
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) akan melarang sejumlah produk dari China khususnya wilayah Xinjiang. Hal ini karena adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia yaitu kerja paksa kaum Uighur.

Mengutip BBC disebutkan produk yang akan dilarang adalah produk kapas, suku cadang komputer dan produk rambut. Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Kenneth Cuccinelli mengungkapkan ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang sangat luar biasa.

"Ini adalah perbudakan zaman modern," kata Cuccinelli dikutip dari BBC, Selasa (15/9/2020).

Dia mengungkapkan langkah ini dilakukan oleh pemerintah Trump untuk menekan China atas kejadian di Xinjiang. Sebelumnya pemerintah China sudah menahan lebih dari satu juta orang dalam beberapa tahun terakhir demi alasan keamanan.

Sebelumnya PBB menyebut jika satu juta warga Uighur ditahan dan menjalani kerja paksa. Namun pemerintah China membantah laporan tersebut dan menyebut hal itu adalah pusat pelatihan kejuruan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengungkapkan AS hanya menindas perusahaan dan melakukan fitnah.

China saat ini juga berupaya untuk mengambil semua langkah untuk melindungi kepentingan perusahaan asal negeri tirai bambu itu.

Bea Cukai AS melarang impor untuk produk kapas, benang, tekstil dan pakaian jadi. Kemudian ada juga larangan tomat sampai pasta tomat.



Simak Video "Temui Ormas Islam RI, Menlu AS Pompeo Bicara Tentang Uighur"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)