Ekspor Impor Komoditi di Sumsel Naik Drastis di Tengah Pandemi

Raja Adil Siregar - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 17:21 WIB
PT Bukaka Teknik Utama Tbk mengekspor 33 unit garbarata ke Thailand. Garbarata yang akan dikirim ke Bandara Don Mueang tersebut mulai masuk kapal di Tanjung Priok.
Foto: Pradita Utama
Palembang -

COVID-19 atau Corona sudah 6 bulan melanda Indonesia sejak pertama kali kasus diumumkan. Beruntung COVID-19 tidak berdampak pada ekspor ataupun impor barang seperti yang dicatatkan Bea Cukai.

Seperti yang dilaporkan Kantor Bea Cukai Pelembang penerimaan negara pada Bea Cukai Palembang telah menunjukkan tren positif. Tercatat hingga Agustus 2020 ini realisasi penerimaan Bea Cukai mencapai 75,24 % atau berkisar Rp 70,9 miliar.

"Capaian ini dari target penerimaan sekitar Rp 94,3 miliar. Terhadap target penerimaan sendiri ada kenaikan sebesar Rp 4,3 miliar atau 4,8% dibandingkan dengan tahun lalu," tegas Kepala Bea Cukai Palembang, Abdul Haris ditemui di kantor Boom Baru, Selasa (15/9/2020).

Di mana, lanjut Haris, target penerimaan di tahun 2019 lalu berkisar Rp 90 miliar lebih. Penerimaan tercatat dari Bea Masuk, Bea Keluar hingga Cukai. Sementara jika dilihat barang komoditi impor pada kuartal ketiga ini masih didominasi barang modal, barang pembantu dan penolong produksi di dalam negeri.

"Contohnya saja di bulan April, setelah ada pengumuman kasus pertama di Indonesia pada bulan Maret, penerimaan Bea Masuk pada bulan April 2020 ini justru meningkat hingga Rp 11,2 miliar," kata Haris.

Sementara Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Palembang, Dwi Harmawanto menyebut realisasi Bea Masuk April lalu didominasi perusahaan kertas di Ogan Komering Ilir.

"Bea Masuk pada bulan April didominasi oleh PT OKI Pulp and Paper sebesar Rp 3,3 miliar. Namun ada juga Bea Masuk Tindak Pengamanan dengan total berkisar Rp 2,1 miliar," katanya.

Tak mau kalah, bidang ekspor di bulan Juni juga ikut megalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Penerimaan Bea Keluar Juni dengan total Rp 1,1 miliar didominasi komoditi Palm Kernel Shell.

Selanjutnya di bulan Agustus realisasi total penerimaan Bea Cukai Palembang kembali mengalami kenaikan drastis sebesar 70,3% dari bulan Juli. Nilainya dari Rp 6 miliar jadi Rp 10,3 miliar.

"Kenaikan itu didominasi penerimaan dari importasi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper dan ada Bea Masuk Tindak Pengamanan seperti komoditi keramik yang masuk dari kantor Bea Cukai Palembang," imbuh Dwi.

Dwi yakin trend positif capaian penerimaan Bea Cukai Palembang masih bisa berlanjut hingga penghujung 2020. Mengingat trend ekspor dan impor masih meningkat drastis hingga akhir Agustus kemarin.



Simak Video "Massa di Medan Gelar Tabligh Akbar Protes Pernyataan Presiden Macron"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dna)