Anggaran Tol Laut Nyaris Dipotong Gara-gara Pandemi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 18:06 WIB
Presiden Jokowi menggelar Tol Laut sejak 2015 untuk memperlancar arus barang ke daerah, terutama terpencil. PT Pelni dipercaya menjalankan program Tol Laut ini.
Foto: Dok. PT Pelni
Jakarta -

Kementerian Perhubungan menyatakan anggaran yang diberikan untuk menjalankan tol laut nyaris saja dipotong imbas dari pandemi Corona. Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi kini anggaran untuk operasional tol laut jumlahnya sekitar Rp 400 miliar.

"Ada pengurangan anggaran awalnya karena pandemi, tapi sekarang sudah dikembalikan. Anggaran sekarang tetap, kurang lebih sekitar Rp 400 miliar untuk 26 rute," ungkap Antoni dalam diskusi virtual bersama wartawan, Selasa (15/9/2020).

Antoni menjelaskan hingga kini penyerapan anggaran tol laut sudah menyentuh angka 40%, menurutnya capaian ini sudah sesuai dengan rencana.

"Penyerapan tol laut sudah di angka 40 persen masih sesuai rencana. Tol laut melayani wilayah 3 TP (terluar, terdepan, tertinggal, dan perbatasan), nanti akan akhir tahun dievaluasi," ungkap Antoni.

Lebih lanjut, Antoni menjelaskan saat ini tol laut mulai fokus untuk mempromosikan perdagangan di wilayah 3 TP. Pasalnya, menurut Antoni, tol laut sudah mulai memberikan keuntungan.

"Selama itu sudah menguntungkan, fokusnya tol laut adalah promote the trade, itu yang dilakukan sekarang. 3 TP itu kan pasti nggak ada perdagangan," ujar Antoni.

Menurutnya, salah satu masalah yang dihadapi tol laut adalah kurang banyaknya jumlah armada tol laut, sehingga banyak tempat yang belum bisa dilayani.

"Dibandingkan dengan Jumlah kapal seluruhnya, tol laut hanya 0,0 sekian persen dari jumlah armada kapal nasional. Jadi dibandingkan 16.000 pulau lebih masih banyak yang belum dilayani," ujar Antoni.



Simak Video "Jokowi Sebut Ada Pihak Swasta Nakal Main-main di Tol Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)