Harga CPO Diprediksi Membaik Sekitar Februari-Maret 2006

Harga CPO Diprediksi Membaik Sekitar Februari-Maret 2006

- detikFinance
Kamis, 12 Jan 2006 18:12 WIB
Jakarta - Harga CPO diharapkan mulai membaik pada Februari atau Maret mendatang seiring mulai turunnya produksi beberapa perkebunan. Harapan itu disampaikan Bagus Angkasa, Direktur Pelaksana Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara usai pelaksanaan tender sawit perdana tahun 2006 di Kantor Pemasaran Bersama PTPN, Jakarta, Kamis (12/1/2005).Bagus menambahkan, harga baru CPO saat ini berkisar pada level Rp3.600/kg. Namun diharapkan harga bisa membaik di kisaran Rp 3.800/kg hingga Rp 4.000/kg. "Saya berharap pasar akan mulai bergairah kembali saat ini," ujarnya.Manurut Bagus, harga bukan satu-satunya faktor yang mencerminkan kondisi pergerakan minyak sawit. Faktor lainnya adalah menguat atau melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan Ringgit Malaysia. Selain itu juga harga internasional minyak sawit di Kuala Lumpur dan Rotterdam, serta posisi stok di PTPN dan juga yang dimiliki perusahaan refinary.Bagus mengakui, harga pada tahun 2005 memang tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Sejak bulan November sampai akhir Desember 2005 pasar CPO dirasakan sangat lesu dan penuh ketidakpastian, karena belum stabilnya penetapan PE dan HPE CPO. Namun pada tahun ini diharapkan ada kenaikan permintaan dari perusahaan-perusahaan di Singapura, Jepang, dan Belanda serta negara-negara Eropa lainnya yang memproduksi bio-diesel sebagai sumber energi alternatif. Tantangan berat tahun ini diharap akan semakin diimbangi dengan permintaan terhadap penggunaan energi dari bio diesel. "Diharapkan peluang pasar ini akan dimanfaatkan oleh Indonesia," tuturnya. Harga rata-rata minyak sawit lokal yang ditender di KPB lokal selalu berfluktuasi. Jika pada tahun 2001 harga rata-rata minyak sawit yang ditenderkan mencapai Rp 2.221/kg, maka pada tahun 2002 meningkat menjadi Rp 3.109/kg.Tahun 2003 harga rata-rata tender mencapai Rp 3.704/kg dan tahun 2004 adalah posisi yang tertinggi yaitu mencapai Rp 4.097/kg. Tahun 2005 harga rata-rata CPO yang ditenderkan turun menjadi Rp 3.759/kg. Produksi CPO dari PTPN setiap tahun rata-rata mencapai dua juta ton.CPO termasuk salah satu komoditi yang tidak dapat diprediksi harganya dalam jangka pendek. Sebab walaupun saat ini harganya sedang rendah, tetapi kebanyakan disebabkan oleh faktor kurs rupiah terhadap dollar AS. Demikian juga dengan komoditi lain sejenisnya seperti karet, yang harganya cukup bagus saat ini. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads