Babak Belur Dihantam Corona, Penjualan Ritel di Inggris Mulai Pulih

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 14:08 WIB
IKEA Alam Sutera kembali dibuka untuk umum. Toko ritel itu pun menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu upaya beradaptasi di era new normal.
Ilustrasi Ritel (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Penjualan ritel di Inggris mulai membaik sejak bulan Agustus hingga saat ini. Pemulihan ini terjadi seiringan dengan kembalinya operasional sejumlah sektor di Inggris.

Dilansir dari Reuters, Jumat (18/9/2020), volume penjualan ritel di Inggris naik 0,8% pada bulan Agustus. Bahkan, dibandingkan dengan tahun 2019 naik 2,3%, dan dibandingkan perkiraan pertumbuhan tahunan naik 3%.

Pandemi Corona ini memberikan tekanan yang sangat berat kepada peritel. Sebelumnya, Corona ini sudah mengakibatkan kenaikan jumlah toko-toko yang tutup. Selama Agustus lalu, Reuters juga mencatat lebih dari 10% toko di Inggris sudah tutup. Kenaikan itu menjadi level tertinggi dibandingkan pada 2014.

Perusahaan yang telah menutup sejumlah tokonya di Inggris yakni Laura Ashley, Debenhams, Oasis Warehouse, Cath Kidston dan Monsoon / Accessorize. Adapun perusahaan ritel yang telah menutup tokonya Marks & Spencer, Boots dan John Lewis.
Namun, ritel di Inggris memang sudah 'merangkak' sebelum pandemi Corona. Penyebabnya adalah harga sewa dan pajak yang tinggi, belum lagi persaingan dengan toko online.



Simak Video "Kasus Positif Corona di Jerman Tembus 1 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)