Banyak Pasien Corona Meninggal di ICU, Luhut Perintahkan Ini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 22:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, tingkat kematian pasien Corona di ICU sangat tinggi. Oleh sebab itu, ia meminta manajemen pelayanan rumah sakit (RS) diperbaiki.

"Nanti malam kami akan ada video call dengan Kemenkes dan karena mereka sedang menyiapkan, berkolaborasi dengan RS bagaimana menangani di ICU. Karena tingkat kematian yang paling tinggi adalah di ICU," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/9/2020).

Saat ini, menurutnya pemerintah sedang fokus bekerja sama dengan RS dalam hal peningkatan manajemen.

"Kemudian kami menemukan untuk peningkatan manajemen RS untuk penanganan COVID-19. Manajemen ICU, SDM, obat dan peralatan, dan metode terapi," imbuh dia.

Menurut Luhut, jika seluruh hal tersebut sudah diperbaiki dengan baik, serta penanganan COVID-19 dilakukan berdasarkan pengalaman 6 bulan, ia yakin angka kematian bisa ditekan.

"Kalau ini diperbaiki dengan pengalaman selama 6 bulan, dengan obat-obat yang sudah ada, disusun dengan baik, maka tingkat kematian bisa kita kontrol," tegas Luhut.

Mulai Senin, (21/9) pemerintah akan menggelar rapat dengan seluruh RS di 9 provinsi dengan kasus Corona tertinggi antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

"Nanti RSPAD berkolaborasi dengan banyak RS. Nah kalau kami sudah sepakat nanti malam dan besok, maka hari Senin akan briefing seluruh RS di 8 provinsi tahap pertama untuk menyiapkan itu. Sehingga penanganan atau manajemen untuk ICU, dan juga training SDM, obat-obatan yang harus dimiliki, ICU itu sudah bisa diselesaikan," papar Luhut.

(dna/dna)