PPA Diprediksi Untung Rp 368 Miliar Tahun 2005

PPA Diprediksi Untung Rp 368 Miliar Tahun 2005

- detikFinance
Jumat, 13 Jan 2006 15:16 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) memperkirakan laba bersih tahun 2005 mencapai Rp 368 miliar. Sementara setoran ke APBN pada tahun 2005 mencapai Rp 6,01 triliun.Dirut PPA Muhammad Syahrial mengatakan, total hasil pengelolaan aset PPA mencapai Rp 6,6 triliun. Namun setoran langsung ke APBN adalah Rp 6,01 triliun. Setoran tidak langsung lainnya adalah dari pajak Rp 190 miliar, yang termasuk PPN dan pajak badan. "Sementara sisa pengelolaan aset kita peruntukkan untuk dividen. biasanya dividen pay out ratio-nya 50 persen dari net profit kita perkirakan laba bersih tahun 2005 sebesar 368 miliar. Itu nanti Mei atau Juni," ujar Syahrial di kantornya, Jakarta, Jumat (13/1/2006).Menurut Syahrial, angka perolehan itu melebihi target yang dipatok semula. Selain itu, angka itu sudah termasuk dari insentif kinerja perusahaan yang diturunkan dari 30 persen menjadi 10 persen. Syahrial mengungkapkan, dalam RUPS yang baru saja digelar PPA, disepakati untuk peraturan yang mendukung penjualan aset properti dan juga pelepasan saham Bank Permata, Lippo, Panin, Maybank, BTPN.Sejauh ini, lanjutnya, ada faktor eksternal yang harus segera dituntaskan seperti surat edaran Badan Pertanahan Nasional dan Peraturan Menteri Keuangan untuk transaksi divestasi aset yang saham bank yang non-listed. "Kalau yang listed kan gampang," imbuhnya.Khusus untuk penjualan Bank Permata dan Lippo menurut Syahrial tetap memerlukan persetujuan DPR disamping peraturan pemerintah tentang divestasi. "Harusnya semuanya sudah dalam tahap final, PMK final, PP final, tim teknis semuanya sudah selesai," ujarnya.Syahrial juga membantah PPA minta pengecualian hukum untuk penjualan asetnya. "Tidak benar kalau PPA minta pengecualian hukum karena ini negara hukum. Jadi rambu-rambunya, surat edaran BPN, PMK, PP divestasi untuk divestasi khususnya permata dan lippo itu kita dapatkan sebelum kita melakukan rancangan kerja anggaran tahun 2006," urainya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads