RI Akan Lobi Jepang Terapkan Suku Bunga Lama
Jumat, 13 Jan 2006 15:26 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia masih mengharapkan pinjaman yang diberikan oleh Jepang tetap menerapkan tingkat suku bunga lama sebesar 1,3 persen per tahun.Sementara Jepang telah menyatakan menaikkan tingkat suku bunga pinjamannya dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen per tahun."Ya harapan kita masih yang lama, nanti akan kita lihat, kita inginkan yang terbaik," kata Menko Perekonomian Boediono di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/1/2006).Saat ini, ungkap Boediono, pemerintah sedang dalam proses negosiasi dengan pihak Jepang. Boediono berharap masalah suku bunga ini dapat diselesaikan sebelum pertemuan Consultative Group on Indonesia (CGI) pada bulan Maret.Senada dengan Boediono, Ketua Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapeki) Anggito Abimanyu mengatakan, pemerintah Indonesia akan berusaha mencari pinjaman yang termurah."Kita lihat kebutuhan cash management, kita akan cari financing yang paling murah," ujar Anggito.Dijelaskan Anggito, untuk suku bunga pinjaman memang bermacam-macam, mulai dari yang fixed sampai floating.Namun untuk tingkat suku bunga pinjaman Jepang, Anggito menilai cukup tinggi. Menurutnya, untuk pinjaman lunak biasanya tingkat suku bunganya hanya 1 persen."Ya lebih tinggi aja, karena untuk pinjaman lunak biasanya cuma satu persen," tandas Anggito.
(ir/)











































