Banjir Surut, Pabrik Aqua Mulai Proses Pemulihan

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 20:35 WIB
Permintaan air minum dalam kemasan mengalami lonjakan saat perayaan hari besar seperti pada saat Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini. Lonjakan tersebut dinilai wajar karena memang kebutuhan masyarakat akan air minum dalam kemasan mengalami kenaikan dengan alasan praktis. Petugas tengah memindahkan galon-galon air dari truk di jalan RA Kartini, Kota Bekasi, Rabu (22/07/2015). Rengga Sancaya/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pihak Danone AQUA menyampaikan banjir yang melanda pabrik PT Aqua Golden Mississippi di Kecamatan Cicurug, Sukabumi sudah surut. Kini pabrik AQUA tersebut tengah dalam tahap pemulihan.

"Sudah surut, saat ini sedang dalam tahap pemulihan," ujar Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin kepada detikcom, Selasa (22/9/2020).

Fasilitas yang terdampak mulai dibersihkan dan disterilkan mengikuti protokol kebersihan dan higienitas yang telah diterapkan. Saat ini, pabrik masih ditutup sementara demi keamanan dan keselamatan karyawan serta produk AQUA. Namun, pihak Danone AQUA belum dapat memastikan sampai berapa lama pabrik ditutup dan berhenti beroperasi.

"Kami mengusahakan agar bisa secepatnya kembali beroperasi setelah penerapan berbagai standar dan protokol kebersihan dan hygiene diterapkan," terang Arif.

Untuk diketahui, kabar pabrik AQUA terendam banjir pertama kali tersebar dari sebuah video yang diunggah akun media sosial Facebook Jakarte "Punye Cerite". Video tersebut juga viral di aplikasi perpesanan.

Di dalam video itu, terlihat genangan air berwarna coklat memenuhi seisi ruangan yang memang terlihat seperti bangunan pabrik. Beberapa galon terlihat bertumpuk di atas undakan tembok di atas genangan air.

Selain video itu, ada video lainnya yang memperlihatkan tumpukan dus bertuliskan aqua dan kendaraan forklift yang terlihat tetap beraktivitas meski bagian lantainya digenangi air berwarna coklat.



Simak Video "Waduh! Pabrik Aqua di Sukabumi Terendam Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)