RI Pasti Resesi, Sandiaga Uno: BLT Harus Segera Dicairkan

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 21:45 WIB
close up Sarah Sandiaga Uno
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Ekonomi Indonesia hampir dipastikan akan memasuki periode resesi. Itu terjadi jika kuartal III-2020 yang berakhir bulan ini kembali terkontraksi atau negatif.

Pengusaha Nasional Sandiaga Salahudin Uno menilai, jika terjadi resesi maka momentum itu menjadi uji coba dari ketangguhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) RI.

Sandiaga mengatakan pandemi corona merupakan salah satu krisis yang harus dihadapi pelaku usaha termasuk oleh UMKM. Dia pun mengimbau pengusaha UMKM untuk tetap bersemangat dan menjadikan krisis ini sebagai momentum untuk menempa diri.

Apalagi, menurut Sandiaga, kewirausahaan lahir dari berbagai upaya untuk bertahan dalam berbagai tekanan dan beradaptasi dengan berbagai kondisi. Meskipun dalam kondisi pandemi saat ini UMKM yang menerima pukulan paling telak.

"Sebanyak 65 juta lebih unit usaha termasuk UMKM, 99% lebih dari 60% GDP disumbangkan oleh UMKM. Jadi yang harus menjadi fokus utama dalam penyelamatan ekonomi mestinya UMKM," tuturnya dalam paparannya, Selasa (22/9/2020).

Sandiaga mengatakan jenis usaha UMKM sebagian besar menjalankan kegiatan secara harian. Oleh karena itu, penyaluran uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus segera disalurkan, dan itu akan mempercepat pemulihan dari dampak COVID-19.

"Karena begitu masyarakat memiliki akses ke uang tunai mereka akan mendorong konsumsi mereka dan akan berdampak ke UMKM," ucapnya.

Dia pun meminta kepada pelaku usaha UMKM untuk dapat beradaptasi dalam kondisi saat ini. Sebab dari sejumlah prakiraan dampak dari penyebaran virus corona bagi sektor ini masih akan terasa hingga tiga bulan ke depan.

Sementara itu, Founder KAHMIPreneur Kamrussamad menambahkan penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta skema pinjaman pemda dengan bunga 0% merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan ekonomi daerah di tengah pandemi corona ini.

Terlebih, kata dia, dana yang digelontorkan sebesar Rp 11,5 triliun dapat menggerakkan sektor riil melalui program ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan sektor riil.

Kamrussamad mengingatkan, dana tersebut harus disertai bunga yang rendah maksimal enam persen, skema dan persyaratan penyaluran disederhanakan, dan menjangkau pelaku usaha UMKM serta pelaku usaha baru bukan hanya pada nasabah lama.

"Dengan penjaminan Askrindo dan Jamkrindo serta subsidi bunga/margin sesuai PMK 85, harusnya mampu membangkitkan sektor riil," tuturnya



Simak Video "Sandiaga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI di Q3 Masih Minus"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)