Tiktok Janji Cetak 25.000 Lapangan Kerja di AS, Terlalu Ambisius?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 22:30 WIB
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 21: A young man holding a smartphone casts a shadow as he walks past an advertisement for social media company TikTok on September 21, 2020 in Berlin, Germany. U.S. President Donald Trump has given preliminary approval for Oracle, Walmart and other investors to take over TikTok and create a new U.S.-based company called TikTok Global. (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

Tiktok berjanji untuk menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan baru di Amerika Serikat (AS). Namun hal itu dianggap terlalu ambisius dan sulit tercapai.

Melansir Reuters, Selasa (22/9/2020), target perekrutan yang tinggi akan sulit untuk diwujudkan menurut para ahli. Jumlah yang begitu tinggi menunjukkan ekspektasi untuk pertumbuhan pendapatan besar-besaran pada saat TikTok menghadapi tantangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Jika TikTok beroperasi mendekati efisiensi perusahaan internet lain seperti Twitter, mereka perlu menghasilkan pendapatan hingga 19 kali lebih banyak selama beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan Reuters sebelumnya, TikTok berharap menghasilkan pendapatan sekitar satu miliar dolar pada akhir 2020.

Dan Ives, seorang analis teknologi di Wedbush Securities menilai banyak pekerjaan baru di Amerika yang kemungkinan berada di bidang teknik, moderasi konten, dan peran keamanan, mengingat fokus intens pemerintah AS pada kebijakan privasi data aplikasi.



Simak Video "Pembuat Konten TikTok 'Masjid Tak Berakhlak' Diamankan Polisi!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)