Banyak Pesaing di Bisnis Online, Dagangan Bakal Laku Nggak Ya?

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 10:05 WIB
5 Tips Bisnis Kuliner Online untuk Pemula
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Tak sedikit masyarakat kehilangan mata pencahariannya akibat pandemi COVID-19. Akhirnya, berbagai cara ditempuh demi bertahan hidup di situasi seperti ini.

Bisnis rumahan pun menjadi salah satu yang paling banyak dipilih masyarakat. Namun, sayangnya tak semua bisnis rumahan berjalan mulus di tengah kondisi yang serba susah ini. Ujung-ujungnya banyak yang menyerah di tengah jalan.

Menurut motivator dan penulis buku 7 Keajaiban Rezeki, Ippho Santosa, kondisi seperti sekarang ini harusnya disambut secara positif. Sebab, di saat-saat seperti inilah bisa jadi penentu kesuksesan di masa depan. Bila konsisten, bukan tidak mungkin bisnis rumahan Anda bisa jadi besar di kemudian hari.

"Saya menyambut positif hal ini. Kenapa? Karena bisa jadi ke depan hal ini akan lebih intens, jadi sebenarnya pandemi ini adalah mempercepat kita untuk melek secara online," kata Ippho dalam program d'Mentor detikcom, Selasa (22/9/2020).

Menurut Ippho, jumlah pelaku usaha UMKM yang melek digital masih terbilang minim. Bila bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik, bisnis rumahan Anda masih mungkin menarik lebih banyak pelanggan dan menjadikannya pelanggan tetap di kemudian hari.

"Saya lihat, faktanya ternyata UMKM kita yang baru melek sama digital sama internet itu walaupun jumlahnya berbeda-beda persentase yaitu sekitar 20-30%. Ini kan kecil sekali sementara jumlah UKM katanya hampir 60 juta tapi yang melek itu kecil sekali kan sayang," paparnya.

Padahal, pelanggan yang siap beli di internet itu sangat banyak sekali. Terutama pelanggan dari media sosial Instagram.

"Kita lihat juga pengguna Instagram saja itu jumlahnya hampir 58-60 juta penggunanya di mana orang-orang Instagram rata-rata ready to buy, siap membeli karena dia punya handphone biasanya lebih bagus, kamera lebih bagus, berarti daya belinya ada. Nah kemana kita selama ini, apakah kita sudah mempersiapkan di sini atau tidak," tuturnya.

Sebab, jumlah uang yang beredar di suatu negara itu kata Ippho tidak berkurang sehingga semua berpeluang untuk menjangkaunya lewat berdagang. Kecekatan dan kreatifitas pun dituntut berperan lebih besar ketimbang rasa ragu.

"Uang ini kan memang selalu berputar, tidak mungkin tidak berputar, jadi uangnya ada, rezeki nya juga pasti ada, tidak mungkin tidak ada. Nah masalahnya sekarang uang itu di kantong siapa, di perusahaan mana dan bagaimana cara kita mendapatkannya. Jadi di sinilah kita perlu yang namanya kreatifitas," ungkapnya.



Simak Video "Tips Hadapi Permintaan Harga Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)