Jokowi Minta Pembagian Jatah Garapan Lumbung Pangan Diperjelas

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 10:25 WIB
Layar memperlihatkan Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato yang telah direkam sebelumnya  pada Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Kemenlu/wpa/aww.
Foto: ANTARA FOTO/KEMENLU
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ketentuan pengelolaan Proyek Lumbung Pangan Nasional (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng) diperjelas. Meskipun proyek menanam tanaman pangan ini sudah mulai digarap.

Di depan para menterinya dia meminta agar perumusan rencana induk atau master plan pelaksanaan food estate diperjelas. Menurutnya hal itu penting untuk bisa memonitor pelaksanaan proyek tersebut.

"Baik untuk yang di daerah irigasi, di Kalimantan Tengah seluas 148.000 hektar ini yang dipakai untuk tanam padi, dan juga yang lahan yang di luar non irigasi seluas 622.000 hektar yang ini akan dikembangkan untuk tanaman singkong jagung dan lain-lainnya, serta peternakan," ujarnya saat membuka rapat terbatas, Rabu (23/9/2020).

Selain itu Jokowi juga meminta agar kalkulasi dari proyek lumbung pangan ini dikalkulasi secara matang. Termasuk terkait pembagian jatah pengolahan lahan.

"Saya minta pengembangan food estate ini betul-betul, sekali lagi dikalkulasi secara matang mengenai siapa yang akan mengelola. Kejelasannya, tanaman apa yang akan dikembangkan. Betul-betul lewat data science di lapangan. Sehingga benar-benar tanaman yang ingin kita tanam itu benar-benar sesuai. Kemudian teknologi apa yang akan dipergunakan," tegasnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan mulai menggarap lahan intensifikasi atau yang sudah memiliki saluran irigasi sekitar 30.000 Ha atau tepatnya 28.315 Ha, yang akan ditanami tahun ini. Sementara, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akan mulai menanam singkong di atas lahan 60.000 Ha.

"Sedikit jadi catatan bahwa Menhan (Prabowo Subianto) masuk untuk menanam singkong 60.000 Ha tahun ini,"kata Syahrul dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR RI yang disiarkan virtual, Senin (14/9/2020).

Namun, ia menegaskan proyek Prabowo itu tak akan tercampur dengan proyeknya, atau berada di luar lahan seluas 164.598 Ha tersebut.

"Dan saya nyatakan bahwa saya tidak ikut kalau yang itu, saya hanya fokus di 30.000 Ha. Dan tidak boleh dicampur yang mana yang ditanami oleh Menhan, yang nama yang ditanami oleh kami. Minta izin Pak, tapi ini menjadi catatan saja, tentu di luar Tupoksi kita," tegas Syahrul.



Simak Video "Alasan di Balik Keterlibatan Militer dalam Program Food Estate"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)