PSBB Jakarta Diperpanjang, Pengusaha Ramal Ada Gelombang PHK Baru

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 20:10 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pengusaha pusat perbelanjaan yakin bakal ada gelombang PHK susulan dalam waktu dekat. Hal itu lantaran diperpanjangnya PSBB Jakarta yang diperketat.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, sejak diterapkannya PSBB Jakarta secara ketat pada 14 September 2020 lalu, tingkat kunjungan pusat perbelanjaan hanya tinggal 20% dari waktu normal.

Semua itu lantaran tidak diperbolehkannya restoran dan cafe melayani makan di tempat. Padahal restoran dan cafe adalah salah satu magnet terbesar bagi pusat perbelanjaan.

Alphonzus menambahkan, saat ini beberap restoran dan cafe yang memilih untuk menutup usahanya sementara. Sebab tidak semua produk mereka bisa dilayani dengan delivery.

"Selain itu pendapatan dari delivery sangat minim, tidak sebesar biaya operasinya. Makanya mereka lebih memilih tutup," ujarnya kepada detikcom, Kamis (24/9/2020).

Dengan begitu banyak pekerja restoran dan cafe yang kembali dirumahkan. Padahal semenjak masa PSBB transisi sudah banyak restoran dan cafe yang kembali memberdayakan karyawannya yang sudah dirumahkan.

Jika kondisi ini terus diperpanjang, Alphonzus yakin bakal ada gelombang PHK susulan dalam waktu dekat.

"Kalau PSBB diperpanjang dan jumlah positif tidak turun, padahal maksudnya menurunkan jumlah kasus postif tapi ini tidak terjadi. Sehingga kemungkinan PSBB akan berlangsung panjang. Jadi bakal akan terjadi lagi gelombang PHK selanjutnya. Padahal di PSBB transisi sudah ada lagi pekerja yang dipekerjakan kembali," terangnya.

Sementara bagi pengelola pusat perbelanjaan sendiri, kata Alphonzus sudah bingung mau melakukan upaya apa lagi untuk bertahan. Sebab semua bentuk efisiensi sudah dilakukan sejak PSBB pertama diterapkan.



Simak Video "Sepekan PSBB Transisi Jilid II, Begini Suasana Mal di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)