Batam Resmi Punya 2 Kawasan Ekonomi Khusus Baru

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 20:45 WIB
Ilustrasi Kota Batam (Antara Foto)
Foto: Ilustrasi Kota Batam (Antara Foto)
Jakarta -

Penetapan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru di Batam, Kepulauan Riau akhirnya disetujui juga. Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan mengukuhkan kedua kawasan itu jadi KEK baru selambat-lambatnya akhir 2019. Namun, baru disetujui Dewan Nasional KEK pada pertengahan 2020 ini.

Adapun dua KEK baru yang dimaksud adalah KEK Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT).

"Kabar baik lainnya, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus telah menyetujui Nongsa Digital Park (NDP) dan Batam Aero Technic (BAT) sebagai KEK baru di Batam, Provinsi Kepulauan Riau," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Virtual Business Dialogue dengan tema Special Economic Zones (SEZs): Indonesia New World Economic Paradigm, Kamis (24/9/2020).

Penetapan kedua KEK baru di Batam tersebut sejalan dengan rencana pengintegrasian Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone) Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang (BBKT) menjadi satu kawasan tersendiri. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

"Terkait penjelasan saya sebelumnya tentang KEK baru di Batam, Presiden Joko Widodo sudah mengamanatkan integrasi pembangunan dan pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam-Bintan-Karimun. Sejalan dengan amanat Presiden, Kemenko Ekonomi sedang menyusun masterplan untuk pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun-Tanjungpinang (BBKT) ini," tambahnya.

Berdasarkan masterplan tersebut, Airlangga mengungkapkan tema besar pengembangan BBKT adalah mentransformasikan kawasan itu menjadi hub logistik internasional guna mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim, dan pariwisata yang terintegrasi dan berdaya saing.

"Persetujuan pendirian dua KEK baru di Batam sejalan dengan tema pembangunan Batam, dua di antaranya adalah industri digital dan kreatif serta industri dirgantara," sambungnya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,8% pada 2020-2025, daerah BBKT membutuhkan investasi tahunan rata-rata Rp 75 triliun.

"Di antara wilayah lainnya, Batam akan memainkan peran paling signifikan karena diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap total investasi yang masuk ke wilayah tersebut," tuturnya.

Dengan demikian, pendirian dua KEK baru di Batam akan terus didorong untuk memenuhi peluang investasi baru guna mencapai pertumbuhan wilayah yang ditargetkan tersebut.

(ara/ara)