Petani Bisa Untung 30% Dengan HPP Rp 3.550/kg
Sabtu, 14 Jan 2006 12:54 WIB
Jakarta -
Sejumlah kalangan mengeluhkan rendahnya harga pembelian pemerintah (HPP) yang hanya Rp 3.550/kg di saat harga pasar sudah mencapai Rp 4.000/kg. Namun pemerintah mengklaim petani sudah untung 30 persen dari HPP sebesar Rp 3.550/kg itu.Hal tersebut Sekjen Dewan Ketahan Pangan Hermanto dalam diskusi bertajuk 'Polemik Impor Beras' di Marios Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (14/1/2006)."HPP tahun 2006 yang mencapai Rp 3.550/kg sudah menguntungkan petani sebesar 30 persen karena dari harga itu sudah mendapatkan harga pokoknya," ujar Hermanto.Namun pernyataan Hermanto tersebut langsung disangkal oleh anggota Komisi VI Hasto Kristianto yang mengatakan bahwa hitungan 30 persen itu masuk belum mencukupi bagi petani. Menurut Hasto, angka tersebut hanya menghitung biaya produksi dan tidak meng-cover biaya hidup petani. Mengenai impor beras, Hermanto menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak mencla-mencle. "Kita terus mengevaluasi bahwa stok Bulog minimal harus 1 juta ton, baru kita merasa aman. Kalau ada spekulasi, pemerintah berani mengambil tindakan. Apalagi sekarang musim paceklik, sehingga cadangan 1 juta ton harus tetap terjaga," urainya.Namun meski impor beras, lanjut Hermanto, pemerintah akan memprioritaskan pembelian beras dari petani. "Adanya stok ini untuk menstabilkan harga. Kalau sudah stabil, maka inflasi bisa turun. Jadi apa yang disampaikan pemeritnah tidak ada yang tidak konsisten," tegasnya.Hermanto juga menolak mengaakan data pemerintah tidak akurat sehingga menimbulkan polemik.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































