Ini Skema Petrokimia Gresik Genjot Pertanian Tomat & Cabai di Konawe

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 20:09 WIB
Jajaran manajemen Petrokimia Gresik bersama Pemda Konawe melakukan tanam perdana di Kampung Petro Nitrat
Foto: Dok. Petrokimia Gresik
Jakarta -

Petrokimia Gresik bersama Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan menggelar kegiatan tanam perdana hortikultura cabai dan tomat di Desa Wowaporesa, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini juga menjadi simbol dibentuknya 'Kampung Petro Nitrat' di wilayah setempat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan kerja sama ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya subsektor tanaman hortikultura dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pandemi COVID-19.

"Bagi Petrokimia Gresik, 'Kampung Petro Nitrat' di Kabupaten Konawe ini merupakan wujud komitmen perusahaan sebagai Solusi Agroindustri untuk Pertanian Berkelanjutan dalam mendukung upaya pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menjaga stabilitas pangan," tutur Dwi Satriyo dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Kerja sama yang dilakukan antara kedua pihak direalisasikan dalam demplot tomat dan cabai di Desa Wowaporesa yang merupakan salah satu sentra Hortikultura di Kabupaten Konawe. Dukungan Petrokimia Gresik dalam kerja sama ini melalui skema demonstration plot (demplot) dengan menggunakan produk NPK Petro Nitrat, di mana tanaman tomat dan cabai masing-masing menggunakan Petroganik (2.000 kg/ha), NPK Petro Nitrat (800 kg/ha), serta ZA (200 kg/ha).

"Ini adalah upaya nyata Petrokimia Gresik sebagai Solusi Agroindustri, dengan menghadirkan produk berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian," jelas Dwi Satryo.

NPK Petro Nitrat merupakan pupuk NPK dengan formulasi 16-16-16. Pupuk ini bisa diaplikasikan pada tanaman pangan dan hortikultura. NPK Petro Nitrat telah melewati uji coba pada berbagai tanaman di berbagai daerah, dan terbukti berhasil meningkatkan kuantitas dan kualitas panen berbagai jenis tanaman di lokasi berbeda.

Uji coba dilakukan secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak independen, khususnya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di berbagai provinsi.

"Ini adalah upaya nyata Petrokimia Gresik sebagai Solusi Agroindustri, dengan menghadirkan produk berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian," jelas Dwi Satryo

Lebih lanjut ia menjelaskan Kabupaten Konawe memiliki potensi besar dan berperan aktif dalam menjaga swasembada pangan nasional. Untuk itu, kegiatan produksi pertanian di masa pandemi ini harus semakin digenjot, mengingat masyarakat sangat membutuhkan pangan yang sehat sebagai kebutuhan dasar meningkatkan imun tubuh dalam upaya memerangi penyebaran COVID-19.

Untuk itu, Dwi Satryo mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Konawe pada dunia pertanian sekaligus kepercayaannya terhadap Petrokimia Gresik dalam upaya peningkatan hasil pertanian di Kabupaten Konawe

"Petrokimia Gresik siap bersinergi dengan stakeholder dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian guna menjaga ketahanan pangan di tengah wabah COVID-19," ujarnya.

Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan COVID-19 dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker, dan selalu mencuci tangan.

"Ini merupakan komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sehingga kegiatan di sektor hulu pertanian tetap aman dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga," pungkasnya.



Simak Video "Warga Konawe Ditemukan Tewas Usai Terseret Arus Saat Memancing"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)