Catat Baik-baik! Ini Modus Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 27 Sep 2020 13:32 WIB
Monitor view over a male shoulder, job search title on the screen, close up. Education, business concept photo
Foto: iStock
Jakarta -

Peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus mengungkapkan penipuan berkedok lowongan kerja ini memang masih marak terjadi. Apalagi di masa pandemi yang saat ini menciptakan banyak pengangguran baru.

Ahmad menyebutkan modus yang biasa digunakan oleh penipu ini adalah menawarkan pekerjaan dengan gaji yang besar. Kemudian berupaya meyakinkan pelamar jika kantor tersebut adalah asli. Tak jarang penipu menyebut jika hal tersebut adalah asli dan bukan penipuan. Kondisi ini membuat banyak pelamar kerja merasa yakin jika itu bukanlah lowongan kerja palsu.

"Penipu ini di akhir akan meminta sejumlah uang. Mereka menyebut uang ini untuk deposit dan akan dikembalikan saat mereka mulai bekerja. Kenyataannya lowongan kerja itu tidak pernah ada dan tidak akan ada uang yang dikembalikan," jelas dia.

Menurut Ahmad, para penipu juga memanfaatkan kondisi pandemi ini. Misalnya menyebut jika saat ini sulit mencari kerja, sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan saat proses rekrutmen adalah hal yang biasa di dunia kerja.

"Memang harus berhati-hati untuk hal yang satu ini. Sebagai pelamar kerja juga harus aktif mencari informasi yang banyak terkait perusahaan yang memanggil untuk interview," imbuh dia.

Mengutip laman resmi jobstreet.com disebutkan ciri-ciri undangan interview palsu biasanya tidak menyebut posisi atau lowongan.

Selain itu detail persyaratan juga tidak relevan atau tidak perlu disebutkan seperti alat tulis dan berpakaian rapi. Cap pada tanda tangan yang hanya berupa logo digital dan bukan cap perusahaan asli.

Kemudian di dalam panggilan interview biasanya ada semua nama kandidat yang diundang. Padahal undangan ini seharusnya bersifat personal namun malah dicantumkan seluruh kandidat.

Selain itu penipuan ini juga memaksa kandidat untuk melakukan reservasi pemesanan tiket kepada Panitia Recruitment. Modus lainnya adalah pemesanan tiket melalui travel agent rekanan palsu.

Penipuan juga menjanjikan jika biaya akan direimburse, kandidat diminta untuk menalangi semua biaya.

Ada bahasa atau kalimat yang berbelit-belit dan tak jarang ditemukan salah ketik di surat tersebut.



Simak Video "Pria Cilegon Tipu Puluhan Korban dengan Iming-iming Pekerjaan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)