Xi Jinping Minta Pengusaha China Dukung Partai Komunis

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 10:15 WIB
Chinese President Xi Jinping speaks during an event to honor some of those involved in Chinas fight against COVID-19 at the Great Hall of the People in Beijing, Tuesday, Sept. 8, 2020. Chinese leader Xi Jinping is praising Chinas role in battling the global coronavirus pandemic and expressing support for the U.N.s World Health Organization, in a repudiation of U.S. criticism and a bid to rally domestic support for Communist Party leadership. (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein
Jakarta -

Presiden China Xi Jinping meminta para pelaku dunia usaha di negaranya untuk mendukung Partai Komunis. Mereka pun diminta untuk turut serta dalam dunia politik.

Melansir CNN, Senin (28/9/2020) Xi Jinping telah mengirim pesan ke dunia usaha swasta China. Isinya: Anda dapat menghasilkan uang, tetapi hanya jika Anda mengikuti aturan saya.

Partai Komunis China yang tengah berkuasa pada bulan ini menerbitkan seperangkat pedoman jujur yang menyerukan anggotanya untuk mendidik pengusaha swasta untuk mempersenjatai pikiran mereka dengan ideologi sosialisme.

Menurut mereka butuh orang-orang yang bijaksana secara politik di sektor swasta, yang akan dengan tegas mendengarkan partai dan mengikuti arahan partai.

Pesan itu muncul ketika negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu melanjutkan pemulihan ekonomi dari pandemi virus COVID-19 dan perselisihan dengan Amerika Serikat terkait perdagangan dan masa depan teknologi. Pemerintah berpendapat sektor bisnis swasta China yang independen dapat membantu mempercepat pemulihan itu.

Pemerintah China sebelumnya tidak pernah mengambil pendekatan seperti ini. Di masa lalu, Beijing mengambil pendekatan yang lebih bijaksana terhadap sektor usaha swasta.

Seperti pada 2018, Xi Jinping menawarkan keringanan pajak sektor swasta, bantuan keuangan, dan janji memberikan dukungan pribadi untuk memadamkan ketakutan apa pun.

Meski belum jelas apa efek praktis dari arahan terbaru itu terhadap perusahaan swasta di China, salah satu slogan Xi adalah 'partai menjalankan kepemimpinan secara keseluruhan atas semua upaya di seluruh negeri'.

Arahan tersebut menunjukkan bahwa pemimpin China ingin mengambil tindakan yang lebih terbuka untuk menjelaskan pentingnya filosofi Partai Komunis. Itu bisa berarti mengharuskan perusahaan swasta untuk mengambil sikap politik atau luar negeri utama, seperti sengketa teritorial apa pun yang melibatkan China.

Bahkan taipan yang kuat dengan ikatan yang kuat dengan Partai Komunis tidak kebal dari hukuman. Pada hari Selasa, pensiunan maestro real estate Ren Zhiqiang dipenjara selama 18 tahun atas tuduhan korupsi. Dia sebelumnya diduga mengkritik penanganan Xi terhadap pandemi virus Corona.

Sektor swasta adalah bagian penting dari perekonomian China. Lebih dari 30 juta bisnis swasta berkontribusi lebih dari 60% dari PDB negara. Pajak yang mereka bayarkan mencapai lebih dari setengah pendapatan pemerintah, dan mereka mempekerjakan lebih dari 80% pekerja China.



Simak Video "Presiden China Batuk-Batuk saat Pidato, Munculkan Berbagai Spekulasi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)