Bos Peruri hingga Sarinah Rapat di DPR, Ini yang Dibahas

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 11:20 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Gedung DPR RI/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Komisi VI DPR RI pagi ini menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah direktur utama badan usaha milik negara (BUMN). Rapat membahas kondisi aktual perusahaan dalam penanganan COVID-19 dan program pemulihan ekonomi nasional.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima sekitar pukul 10.30 WIB di ruang rapat Komisi VI DPR RI. RDP diikuti oleh Dirut Perum Percetakan Negara RI (Perum PNRI) Sigit Y Gunarto, Dirut Perum Percetakan Uang RI (Peruri) Dwina Septiani. Hadir juga dalam kesempatan ini Dirut Perum Perhutani Wahyu Kuncoro dan Dirut PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati.

"Kami mengundang Bapak Ibu dan saudara sekalian untuk melihat bagaimana dampak pandemi ini terhadap perusahaan Bapak Ibu, dan bagaimana cara memitigasi risiko yang ada di perusahaan yang Bapak Ibu pimpin di dalam menghadapi berbagai hal yang ada," kata Bima membuka rapat, Senin (28/9/2020).

Rapat juga dilaksanakan oleh Komisi VI DPR RI untuk pembahasan profit perusahaan dan operasi perusahaan.

"Diharapkan dalam rapat ini Komisi VI dapat melakukan fungsi pengawasan dengan baik serta mengetahui dampak dan permasalahan yang dihadapkan terkait dengan pandemi COVID-19, termasuk optimalisasi peran BUMN dalam program pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Bima menjelaskan rapat telah memenuhi persyaratan dan diputuskan terbuka untuk umum.

"Rapat telah kuorum, 21 anggota hadir secara fisik dan virtual dan telah diikuti lengkap seluruh fraksi, maka dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim rapat saya buka dan terbuka untuk umum," tambahnya.

(toy/ara)