Investor AS Bisa Dilema Lihat Kekuatan Militer China, Ini Alasannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 14:54 WIB
China dilaporkan mengerahkan tentara beserta kendaraan berlapis baja ke Kota Shenzhen, yang berada di dekat perbatasan Hong Kong. China beralasan untuk latihan.
Foto: Thomas Peter/Reuters
Jakarta -

China meningkatkan kekuatan militernya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Menurut analis hal itu membuat investor global, investor Amerika Serikat (AS), bahkan perusahaan di China sendiri mengalami dilema saat ingin berinvestasi di negara itu.

Dikutip dari CNBC, Senin (28/9/2020) Pendiri Firma Atlas Organization Jonathan Ward mengatakan ada banyak perusahaan China termasuk yang berada di industri kedirgantaraan, teknologi dan konstruksi kini didukung oleh militer.

Mengetahui hal itu Ward mengungkap kini tidak dapat diketahui seberapa besar kendali pemerintah China atas perusahaan dan seberapa independen bisnis di China.

Sejak lama China ingin meningkatkan kekuatan militernya. Pengeluaran pertahanan China telah tumbuh dan sekarang lebih besar. Departemen Pertahanan atau Pentagon mengatakan pasukan darat China, serta angkatan laut, udara dan misilnya menjadi terbesar di dunia.

Menurut Laporan Kekuatan Militer China 2020 pada 2019, China mengumumkan anggaran militer tahunannya akan meningkat 6,2%. Peningkatan itu melanjutkan lebih dari 20 tahun peningkatan belanja pertahanan tahunan dan mempertahankan posisinya sebagai pemboros militer terbesar kedua di dunia.

Ward juga menunjukkan bahwa Presiden China Xi Jinping telah memperjelas tujuan negaranya untuk membangun tentara yang kuat yang dapat berperang dan memenangkan perang.

"Kami semakin dekat untuk mewujudkan peremajaan bangsa China, dan kami perlu membangun militer yang kuat lebih dari sebelumnya dalam sejarah," kata Xi saat peringatan berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat China.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ekonomi China Tahun 2020 Tumbuh 2,3% Meski Sempat Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]

Tag Terpopuler