Trump Disebut Cuma Bayar Pajak Rp 11 Juta Saat Jadi Presiden, Ini Rinciannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 09:38 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 18:  Hair stylist Gemma Sim puts finishing touches in place as Madame Tussauds unveils a wax figure of President-Elect Donald J. Trump ahead of the inauguration on Friday at Madame Tussauds London on January 18, 2017 in London, England. The figure of Donald Trump is placed amongst the setting of the Oval Office.  (Photo by Chris J Ratcliffe/Getty Images)
Foto: Getty Images/Chris J Ratcliffe
Jakarta -

Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak membayar pajak selama 10 hingga 15 tahun. Trump hanya membayar pajak US$ 750 setara Rp 11 juta (kurs Rp 14.900) pada 2016, saat dia memenangkan kursi kepresidenan AS.

Dikutip dari CNN, Rabu (30/9/2020) berdasarkan analisis dari Kantor Anggaran Kongres non partisan atau Congressional Budget Office pajak itu dibelanjakan pada tahun pertama 2017. Analisis itu menunjukkan kemana saja aliran pajak US$ 750 dari Trump.

Menurut data analisis sekitar US$ 181,87 (Rp 2,7 juta) disalurkan untuk membayar Departemen Pertahanan AS. Uang itu hanya cukup membayar seorang sersan Angkatan Darat AS sekitar 10 tahun. Selanjutnya, US$ 72,44 (Rp 1,07 juta) digunakan untuk membayar tunjangan veteran dan pensiun militer AS.

Setelah militer dan veteran, penerima pajak penghasilan terbesar berikutnya adalah Medicaid, yang menerima US$ 115,60 (Rp 1,7 juta) dari Trump. Medicaid memberikan perawatan kesehatan kepada orang miskin dan membantu menutupi biaya perawatan di panti jompo.

Pajak Trump banyak mengalir ke berbagai program untuk membantu orang miskin sekitar US$ 111,28 (Rp 1,6 juta). Uang itu dibagi ke beberapa program, dari program kupon makanan menerima US$ 21,58 (Rp 320 ribu), membantu pekerja miskin nilainya sekitar US$ 25,59 (Rp 379 ribu), dan tunjangan pengangguran federal US$ 9,56 (Rp 141 ribu).

Bunga utang nasional mendapatkan US$ 81,07 (Rp 1,2 juta) dari pajak Trump. Kemudian pajak Trump dibagi berbagai program tunjangan. Sekitar US$ 31,13 (Rp 461 ribu) untuk tunjangan pensiun bagi pegawai sipil federal, US$ 28,36 (Rp 421 ribu) untuk pendidikan dan US$ 18,50 (Rp 275 ribu) untuk perawatan kesehatan selain Medicare dan Medicaid.

Pengeluaran untuk penegakan hukum, termasuk Departemen Kehakiman, hanya memperoleh US$ 16,95 (Rp 251 ribu) dari US$ 750 Trump. Sementara urusan internasional, termasuk kedutaan besar AS di seluruh dunia dan bantuan luar negeri, mendapat US$ 15,72 (Rp 233 ribu).

Sisa uang yang dibelanjakan oleh pemerintah federal untuk taman nasional, NASA, EPA dan program federal lainnya yang seluruhnya hanya US$ 77,07 (Rp 1,1 juta) dari US$ 750 dalam bentuk pajak penghasilan.

Pembayaran pajak pendapatan adalah cara utama yang didukung pemerintah federal. Dengan pembayar pajak kaya dan miskin menyumbang US$ 1,6 triliun (Rp 23.800 triliun) ke kas federal untuk tahun pertama 2017. Pajak pendapatan individu membayar sebagian besar dari semua yang ada dalam anggaran federal .

Namun, sebagian besar pengeluaran transportasi berasal dari sumber khusus selain pajak penghasilan. Seperti pajak bensin didapat dari biaya yang dibayarkan oleh penumpang dan maskapai penerbangan. Sebagai perbandingan dengan pajak Trump, pajak perusahaan menyumbang US$ 297 miliar (Rp 4.400 triliun) ke kas federal selama tahun pertama 2017.



Simak Video "Sri Mulyani Beberkan Aturan Perpajakan dalam UU Ciptaker"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)