Mengintip Kekayaan Raja Salman yang Lagi Ngambek ke Iran

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 10:44 WIB
FILE - In this Dec.10, 2019, file photo, Saudi King Salman talks during the 40th Gulf Cooperation Council Summit in Riyadh, Saudi Arabia. Saudi Arabias King Salman was discharged from a hospital in the capital, Riyadh, after more than a week following surgery to remove his gall bladder, the Royal Court said in a statement late Thursday, July 30, 2020. (AP Photo/Amr Nabil, File)
Raja Salman/Foto: AP Photo/Amr Nabil, File
Jakarta -

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengungkapkan amarahnya kepada Iran dalam Sidang Majelis Umum PBB beberapa hari yang lalu. Dia menuding Iran mengeksploitasi kesepakatan nuklir, menciptakan jaringan teroris, dan memanfaatkan terorisme untuk kepentingan negaranya.

Pernyataan itu membuat Iran dan Arab Saudi semakin memanas. Iran menampik tudingan itu.

Perseteruan itu membuat nama Raja Salman kembali menjadi sorotan. Salah satunya yang menarik disimak adalah kekayaannya.

Raja ini naik takhta sejak kematian saudara tirinya, Raja Abdullah pada 23 Januari 2015. Menurut CNBC, hartanya dilaporkan sekitar US$ 17 miliar atau Rp 246 triliun (kurs Rp 14.500).

Dia memiliki fasilitas sebagai raja, seperti penjara sendiri, kapal pesiar mewah, lapangan sepak bola dan kediaman pribadi, serta tempat kotak tisu terbuat dari emas. Sebelum naik takhta, ia dilaporkan menyewa tiga resor di Maladewa untuk liburan senilai US$ 30 juta.

Seperti yang diberitakan The New York Times dalam artikel berjudul 'Saudi Royal Family Is Still Spending in an Age of Austerity', Raja Salman memiliki properti di sejumlah negara salah satunya Prancis. Dia tercatat memiliki lusinan unit apartemen di kompleks elite 16th Arrondissement di Paris yang ditaksir bernilai US$ 35 juta pada tahun 2016.

Masih dari sumber yang sama, Raja Salman memiliki chateau atau semacam villa mewah yang dibangun di atas tebing pantai French Riviera atau Cote d'Azur. Selain di Prancis, Raja Salman juga membangun istana di Marbella, Spanyol dan Tangier, Maroko. Dia bahkan mendanai pendirian sebuah masjid di Marbella.

Raja Salman memiliki gaya hidup mewah, tetapi ia juga dengan murah hati memberikan hartanya pada warga Saudi yang membutuhkan. Bahkan setelah penobatannya, Raja Salman memberikan US$ 32 miliar dalam bentuk hibah, investasi, dan bonus, seperti dilaporkan New York Times.

(upl/upl)