Manajemen Kecam Netizen Ngaku Beli Rumah Hasil Joki Kartu Prakerja

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 11:21 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Netizen dengan nama akun Facebook Muhamad Supriatna mengaku mampu membeli rumah dari hasil menjadi joki bagi 400 akun peserta Kartu Prakerja. Pihak Manajemen Pelaksanaan (PMO) Kartu Prakerja mengecam perbuatan tersebut.

Head of Communication Manajemen Pelaksanaan (PMO) Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan, bila memang apa yang diposting pengguna Facebook tersebut benar, itu adalah perbuatan tak bermoral.

"Kalau memang benar, ini adalah perbuatan yang sangat tidak bermoral," kata dia melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (30/9/2020).

Manajemen Pelaksana mengimbau masyarakat tidak tergoda dengan janji-janji orang tidak bertanggung jawab yang seakan-akan bisa meloloskan seseorang dalam proses seleksi.

"Seluruh proses seleksi di Kartu Prakerja dilakukan secara digital dan tertutup, melalui proses seleksi dengan banyak variabel. Tidak ada intervensi manusia di dalam proses seleksi ini," sebutnya.

Dia pun menjelaskan prosedur yang perlu dilakukan calon peserta untuk mengikuti program Kartu Prakerja sebenarnya sederhana. Jadi tidak perlu menggunakan jasa joki.

Kembali dia menekankan, bila ada pihak yang mengiming-imingi lolos seleksi menggunakan jasanya maka itu dipastikan penipuan.

"Daftar Kartu Prakerja itu mudah, bisa dilakukan sendiri. Kalaupun dibantu mendaftar, tetap tidak bisa memastikan seseorang akan lolos seleksi karena prosesnya yang full digital. Ini adalah penipu yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat, ini tindakan tidak bermoral," tambahnya.

(toy/fdl)