Harga Daging Ayam dan Telur Bikin September Deflasi 0,05%

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2020 11:22 WIB
Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi selama November 2019 sebesar 0,14%. Kenaikan harga bawang ikut memicu inflasi sepanjang bulan ini.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Agustus terjadi deflasi 0,05%. Deflasi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,37% dengan andil 0,09%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan deflasi Agustus didominasi oleh penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dengan andil 0,04%. Kemudian ada penurunan harga bawang merah dengan andil 0,02% dan beberapa jenis sayuran seperti tomat serta cabai rawit masing-masing 0,01%.

"Untuk daging ayam ras turun di 67 kota IHK, penurunan terbesar di Watanponi dan Maumere masing-masing turun 24%. Telur ayam ras di 79 kota IHK, di mana terbesar di kota baru turun 26%, bawang merah di 75 kota IHK," kata Suhariyanto, Kamis (1/10/2020).

Selain itu, kelompok transportasi juga delfasi 0,33% dan sumbangannya ke deflasi sebesar 0,04%. Komoditas yang dominan untuk kelompok ini ada penurunan tarif angkutan udara andilnya 0,04%.

"Jadi penurunan tarif terjadi di 40 kota IHK di mana terbesar di Tanjung Pinang harga tiketnya turun turun 39%, dan di pangkal pinang turun 18%" katanya.

Beberapa komoditas yang inflasi, paling dominan kenaikan harga minyak goreng andilnya sebesar 0,02%, dan kedua bawang putih terjadi kenaikan harga mulai merambat dan andilnya inflasi 0,01%.

Sementara, masih ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, paling tinggi kelompok pendidikan yang inflasi 0,62%, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,25%. Kemudian diikuti oleh perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,15%.

"Untuk kelompok ini inflasi 0,62% andilnya ke inflasi 0,03%. Komoditas yang alami atau memberikan andil kenaikan uang kuliah untuk akademi atau perguruan tinggi andilnya 0,03%, kenaikan harga uang kuliah ini terjadi di 19 kota IHK" katanya.

"Berikutnya kelompok pengeluaran pribadi dan jasa lainnya inflasi 0,25% sumbangannya 0,02%, komoditas yang dominan adalah kenaikan harga emas perhiasan di mana andilnya sebesar 0,01%" tuturnya.

(fdl/fdl)