Dividen BUMN Sesuai Kemampuan
Senin, 16 Jan 2006 17:34 WIB
Jakarta - Pemerintah tidak akan memaksa BUMN untuk memberikan dividen sebesar 50 persen dari labanya. Target dividen akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing BUMN."Saya kira banyak cara yang arif karena tiap Rp 1 yang dihasilkan oleh BUMN termasuk perbankan alangkah indahnya kalau dia memberikan manfaat multiplier ketika itu diinvestasikan kembali di bank yang bersangkutan," kata Menneg BUMN Sugiharto.Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah di depan para analis kredit menengah dan korporasi BNI di Gedung BNI, Jl Lada, Jakarta, Senin (16/1/2006).Menurut Sugiharto, Kementerian BUMN akan terus menggenjot profitabilitas dari BUMN yang sebetulnya dapat lebih menguntungkan negara. Mengenai pola dividen pay out ratio sebesar 50 persen, Sugiharto menyatakan praktek tersebut lumrah dilakukan di beberapa negara lainnya seperti Thailand dan Cina.Di dua negara ini, pendapatan dividen untuk pemerintah dari BUMN telekomunikasi lebih dari 50 persen. Di Thailand mencapai 80 persen sementara di Cina mencapai 50-60 persen.Sedangkan untuk BUMN lainnya, dividen pay out ratio tersebut tidak harus sama karena secara sektoral jelas berbeda. Meneg BUMN menargetkan besaran penerimaan 30 persen dari dividen BUMN sektoral lainnya untuk pemerintah."Dengan profitability yang lebih baik itu dengan 20-30 persen pun mampu dan itu tergantung kemampuan anda untuk mengumpulkan keuntungan," ujarnya.
(qom/)











































